Pemerintah Indonesia dan AS Perkuat Kerja Sama Bidang Pendidikan

0

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) perkuat kerja sama dalam bidang pendidikan. Salah satunya lewat ‘Connect and Collaborate (C2) 2022 US-Indonesia Higher Education Forum’ yang digelar US Agency for International Development (USAID).

“Amerika Serikat adalah satu mitra pembangunan terdekat Indonesia, tak hanya dalam pendidikan tinggi tetapi juga pendidikan menengah,” kata Sekretaris Jenderal Kemdikbudristek, Suharti dalam acara yang dilaksanakan pekan lalu, di Jakarta.

Program tersebut, lanjut Suharti, mendorong perguruan tinggi Indonesia bekerja sama dengan perguruan tinggi dari negara lain. Pemerintah telah menyiapkan 5 kebijakan, yaitu ‘Matching Fund’, ‘Visiting Scholars’, Magang dan Studi Independent Bersertifikat (MSIB), dan ‘Emancipated Learning’.

“Selain itu, disiapkan program akreditasi penuh satu semester di luar kampus, beasiswa sarjana dan pascasarjana, dan pendirian perguruan ringgi luar negeri di Indonesia,” tuturnya.

Suharti menjelaskan, Indonesia dan AS memiliki sistem pendidikan tinggi yang berbeda. Karena itu, kedua pihak harus memahami sistem masing-masing terlebih dahulu sebelum memulai kemitraan.

“Dengan mengidentifikasi isu-isu inti, kebijakan saat ini, dan tantangan kedepan, kami ingin kemitraanmenguntungkan kedua pihak,” ucap Suharti.

Ia berharap forum Indonesia dan AS dapat memperluas jejaring kolaborasi dua negara di masa depan.

Dalam kesempatan yang sama, Officer In Charge USAID Indonesia, Laura Gonzalez menyampaikan Amerika Serikat dan Indonesia akan memperluas kerja sama bilateral dan saling membantu dalam bidang pendidikan.

Laura kagum atas komitmen Kemdikbudristek untuk memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat. “Kita memiliki minat yang sama untuk membantu lulusan Indonesia unggul dalam ekonomi digital saat ini,” katanya.

Sebagai informasi, Program Connect and Collaborate (C2) 2022 US-Indonesia Higher Education Forum merupakan forum yang dikuratori oleh USAID bersama LPDP. Peserta yang hadir 150 orang, terdiri dari perwakilan universitas, pejabat pemerintah, dan institusi dari AS dan Indonesia.

Laura berharap, forum menjadi awal dari beberapa kolaborasi dan diskusi baru tentang bagaimana terus meningkatkan kerja sama yang lebih erat.

Beberapa program itu antara lain, ‘Accelerating Work Achievement and Readiness for Employment’ (AWARE) 3 yang mendukung peningkatan keahlian siswa-siswi di SMK.

Selain itu ada program mitra kunci seperti ‘Workforce Development Initiative’, Jadi Pengusaha Mandiri (JAPRI), Higher Education Partnership Initiative (HEPI), One Health Workforce-Next Generation (OHW-NG), serta TEMAN LPDP (Technical Management LPDP).

Hingga saat ini kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat telah menghasilkan lebih dari 700 MoU aktif perguruan tinggi. Sejak 2021, ada 221 mahasiswa penerima IISMA belajar di Amerika Serikat, antara lain Arizona State University, Boston University Metropolitan College, Michigan State University, Penn State University, dan The University of Pennsylvania.

Dan 300 program pascasarjana (S3) yang didanai bersama oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) bersama Fulbright. (Tri Wahyuni)