Pemerintah Komitmen Fokus Benahi Pengelolaan Tuna

0
Dirjen Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) M Zulficar Mochtar menandatangani harvest strategy framework tentang pengelolaan perikanan tuna berkelanjutan di Bali, Kamis (31/5). Adapun jenis pengelolaan tuna yang difokuskan adalah, tuna big eye tuna, yellow fin tuna, dan skipjack tuna di WPP 713, 714 dan 715. (kiri ke kanan) Executive Director of WCPFC Feleti Teo, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB) Luky Adrianto dan Campbell Davies dari CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation). (Foto: Suara Karya/Bayu Legianto)

BALI (Suara Karya): Pemerintah berkomitmen untuk melakukan pengelolaan perikanan, khususnya pada komoditas tuna dari hulu hingga hilir. Ini mengingat Indonesia merupakan negara produsen tuna terbesar di dunia, serta tingginya harga tuna di pasar internasional.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) M Zulficar Mochtar mengatakan. Fokus pemerintah, dalam hal ini KKP terhadap komoditas tuna adalah untuk tetap manjaga keberlanjutan habitat tuna di Indonesia.

“Kebijakan yang dikeluarkan KKP menjaga tuna di Indonesia agar tetap lestari,” kata Zulficar dalam acara pertemuan internasional 3rd Bali Tuna Conference (BTC-3) di Bali, Kamis (31/5)

Dia menjelaskan, acara tersebut sekaligus dilanjutkan dengan pertemuan 6th International Coastal Tuna Business Forum (ICTBF-6) menjadi komitmen KKP agar tuna tetap lestari.

Diungkapkannya, sebagai negara produsen tuna terbesar di dunia, Indonesia menyumbang lebih dari 16 persen dari hasil tangkapan tuna untuk produksi tuna global (FAO, 2014).

Menurutnya, hasil tangkapan tuna telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap produksi perikanan nasional. Secara keseluruhan, total produksi rata-rata mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun. (Bayu Legianto)