Pemerintah Siapkan Enam Pusat Perbatasan jadi Sentra Ekonomi Baru

0
Kendaraan membawa barang-barang keluar dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota Ain, NTT, Jumat (20/3/2020). (ANTARA)

JAKARTA (Suara Karya): Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kementerian Dalam Negeri menyiapkan enam pusat kegiatan strategis nasional (PKSN) dari total 18 PKSN menjadi sentra ekonomi baru yang superprioritas diwujudkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Keenam PKSN itu yakni PKSN Paloh-Aruk, PKSN Nunukan, PKSN Atambua, PKSN Kefamenanu, PKSN Jayapura dan PKSN Merauke.

“Dalam lima tahun ke depan, ada 18 PKSN yang akan jadi sentra ekonomi baru di batas negara. Dari 18 PKSN, enam masuk dalam major projects. Dari enam ini, kami mulai inventarisir tiga PKSN, yaitu Aruk, Atambua dan Jayapura,” kata Sekretaris Utama BNPP Suhajar Diantoro dalam webinar “Mengelola Strategi Kolaboratif Pembangunan Daerah Tertinggal, Kawasan Perbatasan, Perdesaan dan Transmigrasi” di Jakarta, Rabu.

Menurut Suhajar, dokumen tiga PKSN yang sudah diinvetarisasi itu telah rampung dan telah disampaikan ke Kemenko Perekonomian untuk segera ditindaklanjuti dengan instruksi presiden (Inpres).

Ia menjelaskan, dalam mewujudkan PKSN tersebut menjadi sentra ekonomi baru di perbatasan, lembaga itu berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menganalisa kebutuhan produk di wilayah tersebut. Karena letaknya yang berbatasan dengan negara tetangga, perlu pula mendatangkan produk yang dibutuhkan mereka.

Selain itu, didorong pula pengembangan produksi yang potensial berkembang pesat di wilayah tersebut sehingga menjadi pusat ekonomi bagi daerah sekitar termasuk bagi negara tetangga yang berbatasan langsung.

“Data kebutuhan masyarakat perbatasan. Kalau ada barang yang dibutuhkan negara tetangga tidak diproduksi di situ, datangkan dari tempat lain. Banjiri… Pak Presiden bilang begitu, banjiri produk-produk yang dibutuhkan negara tetangga,” katanya.

Pemerintah juga menginventarisasi pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan, termasuk juga fasilitas pergudangan dan kelistrikan. (M Chandra)