Pemerintah Tetapkan Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar CPNS

0

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah akhirnya menetapkan nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019. Nilai ambang batas itu akan menjadi penentu kelulusan ke tahap berikutnya, yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan SKD menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Tahun ini agak berbeda, karena ada nilai ambang batas atau passing grade yang harus dilampaui pelamar,” kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Andi Rahadian dalam siaran pers yang diterima Suara Karya, Rabu (13/11/2019).

Dijelaskan, Kementerian PANRB telah melakukan evaluasi terhadap soal-soal SKD dan pelaksanaan tes CPNS tahun lalu. Dari evaluasi itu tercatat ada perubahan passing grade dan jumlah soal. “Soal-soal tahun ini dinilai lebih berbobot dengan kontrol yang lebih ketat,” ujarnya.

Merujuk pada Peraturan Menteri PANRB No. 24/2019 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2019, para pelamar dengan jalur formasi umum dan formasi khusus tenaga pengamanan siber (cyber security) harus melampaui passing grade sebesar 126 untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP), 80 untuk Tes Intelegensia Umum (TIU) dan 65 untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Perubahan nilai ambang batas juga dipengaruhi karena komposisi soal yang berubah untuk tahun ini. Jumlah soal TWK yang semula 35 menjadi 30, sementara jumlah soal TIU semula 30 menjadi 35. Sedangkan jumlah soal TKP tetap yakni 35 soal.

Andi menegaskan, perubahan penilaian itu tidak akan berpengaruh terhadap kualitas ASN. “Kami tetap mengedepankan kompetensi guna memperoleh CPNS yang berkualitas dan berkompeten,” ucap Andi.

Nantinya, lanjut Andi, peserta yang dapat mengikuti tes selanjutnya (SKB) adalah peserta yang memperoleh nilai passing grade tertinggi. Bila formasi hanya 1 maka 3 peserta dengan nilai tertinggi yang dapat ikut tahapan selanjutnya.

Tak hanya formasi umum dan formasi khusus “cyber security”, rekrutmen CPNS 2019 juga dibuka untuk formasi khusus lainnya. Bagi formasi khusus yang terdiri dari lulusan terbaik (cumlaude) dan diaspora, nilai kumulatif yang harus dilampaui adalah 271 dengan nilai TIU minimal 85.

Sedangkan untuk penyandang disabilitas harus melampaui nilai akumulatif 260 dengan TIU paling rendah 70, serta putra/i Papua dan Papua Barat harus melewati nilai akumulatif minimal 260 dengan TIU 60.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada beberapa jabatan yang kurang diminati/langka. Jabatan dokter spesialis, dokter gigi spesialis, dokter pendidik klinis, dokter, dokter gigi, instruktur penerbang nilai kumulatifnya paling rendah 271 dengan nilai TIU 80.

Sedangkan untuk pelamar pada jabatan rescuer, bosun, jenang kapal, juru mesin kapal, juru minyak kapal, juru mudi kapal, kelasi, kerani, oiler, nakhoda, mualim kapal, kepala kamar mesin kapal, masinis kapal, mandor mesin kapal, juru masak kapal, dan pengamat gunung api harus melampaui nilai kumulatif paling rendah 260 dengan TIU minimal 70.

Ditambahkan, dalam SKD ada tiga kelompok soal yakni TWK, TIU dan TKP. TWK untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan pelamar dalam implementasi nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara dan Bahasa Indonesia.

Sementara TIU untuk menilai 3 kemampuan yakni kemampuan verbal, kemampuan numerik dan kemampuan figural. Kemampuan verbal meliputi analogi, silogisme, dan analitis. Sedangkan kemampuan numerik adalah yang berhubungan dengan berhitung, deret angka, perbandingan kuantitatif, dan soal cerita.

Kemampuan figural adalah mengukur kemampuan individu dalam bernalar melalui perbandingan dua gambar, perbedaan beberapa gambar dan juga pola hubungan dalam bentuk gambar.

Terakhir, TKP untuk menilai perilaku terkait pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi serta profesionalisme. (Tri Wahyuni)