Pemprov Banten Akan Bangun 717 Huntap Untuk Korban Tsunami

0
Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten  Andika Hazrumy, selalu mengintruksikan kepada jajarannya, agar secara cepat melakukan rekontruksi dan recovery kepada seluruh korban terdampak tsunami. (Foto Wisnu)

TANGERANG (Suara Karya) : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, melakukan pemulihan dan menyiapkan  17,89 hektar (ha)  lahan hunian tetap (Huntap), bagi korban terdampak tsunami Selat Sunda yang terjadi Desember lalu. Di atas lahan seluas itu, nantinya akan dibangun sebanyak 717 unit hunian tetap (Huntap) bagi korban terdampak tsunami.

Kepala Bapeda Pemprov Banten, Muhtarom, menjelaskan bahwa penyediaan lahan untuk Huntap berlokasi di Kabupaten Pandeglang dan tersebar di 6 (enam) lokasi. “Dari tanah seluas itu, akan dibangun sebanyak 717 rumah  hunian tetap yang dilaksanakan oleh Pemprov Banten, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” katanya, dalam Rapat Kerja dan Dengar Pendapat Tim Pengawan Penanganan Bencana DPR RI dengan Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten Rabu 23 Januari 2019.

Muhtarom mejelaskan, sebelumnya Pemprov Banten juga sudah mengeluarkan dana sebesar Rp1,5 miliar,  untuk biaya pengobatan dan perawatan korban yang berada di berbagai rumah sakit pasca bencana tersebut. “Bapak Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten  Andika Hazrumy, selalu mengintruksikan kepada jajarannya, agar secara cepat melakukan rekontruksi dan recovery kepada seluruh korban terdampak tsunami,” katanya.

Raker dan RDP tersebut dipimpin oleh wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dan Fadli Dzon. Hadir dalam rapat tersebut, Tim Pengawasan Penanganan  Bencana DPRI, Kementrian PUPR, Kementrian Pendidikan, Kemenko Polhukam, Kemenko Perekonomian, Kemendagri, Kemensos, Kementrian PPN/Bappenas/ BNPB, Kementrian Keuangan, Kementria Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,  Pemerintah Provinsi Banten, Pemprov Lampung, Pemprov NTB dan Pemprov Sulawesi Tengah.

Tentang pemulihan, kata Muhtarom,  akan dilakukan terhadap 324 unit rumah rusak ringan dan sedang. Untuk mempercepat proses pekerjaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten menurunkan alat-alat berat guna  membuka akses ke lokasi-lokasi bencana yang terhalang berbagai matrial.

Pasca bencana dijelaskan,  bahwa Pemprov Banten, sudah menurunkan tim kesehatan dan tim evakuasi untuk melakukan pertolongan kepada para korban. Tindakan ini, disusul dengan melakukan bantuan logistic, mendirikan posko-posko bantuan dan dapur umum.  “Saat ini juga, terus dilakukan upaya trauma healing bagi korban selamat,” kata Muhtarom.

Menurutnya, Pemprov Banten memberikan pengobatan gratis kepada seluruh korban tsunami Selat Sunda. “Sampai saat ini, Pemprov Banten sudah mengeluarkan anggaran lebih dari Rp 1,5 miliar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Fahri Hamzah meminta, kementrian dan pemerintah daerah bergerak lebih cepat untuk penanganan pasca bencana. “Apabila pemerintah  daerah merasa kekurangan biaya, segera ajukan proposal bantuan kepada pemerintah pusat,” tandas Fahri Hamzah. (Wisnu)