Pendaftaran SBMPN 2020 Bidang Vokasi Dibuka, Pilih Prodi Sesuai Minat

0

JAKARTA (Suara Karya): Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN) 2020 bidang vokasi resmi dibuka pada Selasa (19/5/20). Calon peserta diingatkan untuk memilih program studi (prodi) sesuai minat dan bakat.

Hal itu dikemukakan Direktur Jenderal Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Wikan Sakarinto saat membuka secara resmi pelaksanaan SBMPN 2020 Bidang Vokasi yang digelar secara daring, Selasa (19/5/20).

Wikan menjelaskan, SBMPN dilakukan sejak 2014 lalu setelah Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia (FDPNI) menetapkan pola penerimaan mahasiswa baru jalur ujian mandiri politeknik negeri. Kini ada 42 politeknik se-Indonesia tergabung dalam SBMPN.

Sebelum mendaftar, Wikan meminta calon peserta untuk memastikan apakah bidang yang akan dipilih sudah sesuai dengan minat dan bakat. Agar proses perkuliahan berjalan secara menyenangkan.

“Coba tanya ke diri sendiri, jika suka pada hal-hal yang bersifat analitika lebih baik masuk program sarjana. Tetapi jika suka hal-hal yang bersifat penerapan ilmu, maka pilih jalur vokasi. Ini penting, agar peserta tidak menyesal nantinya,” tuturnya.

Bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu, Wikan mengatakan, tersedua program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Pemerintah setiap tahun menyediakan lebih dari 100 ribu KIP Kuliah untuk berbagai jalur masuk perguruan tinggi negeri maupun swasta. “Jadi tak ada alasan untuk tidak kuliah,” kayanya menegaskan.

Ketua SBMPN 2020, Zainal Arief menjelaskan, skema penerimaan mahasiswa baru melalui SBMPN tahun ini berbeda, dibanding tahun sebelumnya. Karena pandemi corona virus disease (covid-19), penerimaan dilakukan melalui penilaian portofolio.

Ada tiga tahap dalam skema penerimaan SBMPN tahun ini. Pertama, pendaftaran yang berlangsung 19 Mei hingga 25 Juni 2020. Sedangkan pengumuman nama peserta yang lolos SBMPN dijadwalkan pada 4 Juli 2020. Biaya pendaftaran ditetapkan Rp150 ribu per orang.

“Seluruh proses pendaftaran, penilaian portofolio hingga pengumuman hasil dilakukan secara online. Termasuk daftar ulang bagi mahasiswa baru,” katanya.

SBMPN terbuka untuk lulusan Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Madrasah Aliyah atau Program Kejar Paket C tahun 2018, 2019 dan 2020.

Dalam bagian akhir acara, Dirjen Vokasi Wikan mengatakan, pihaknya akan terus melakukan terobosan dan inovasi agar dunia vokasi di Indonesia semakin bagus. Kolaborasi telah lama dilakukan dengan kalangan dunia usaha, agar tercipta ‘link & match antara dunia pendidikan dan dunia usaha.

“Nantinya, kami dorong vokasi mau benar-benar ‘menikah’ dengan dunia usaha. Untuk itu, kurikulum akan disusun bersama dengan industri, pengajar tamu rutin dari kalangan industri, serta sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa yang sudah magang,” katanya.

Menurut Wikan, perbaikan dalam seni berkomunikasi agar dunia usaha mau diajak bekerja sama. Karena semakin banyak dunia usaha yang terlibat, maka peluang siswa atau mahasiswa berlatih akan semakin lebar.

“Dunia industri yang punya mindset bahwa SDM adalah investasi strategis dan pondasinya ada di pendidikan, pasti mereka mau bekerja sama. Apalagi jika dibuktikan lewat lulusannya,” kata Wikan menandaskan.***