Pendidikan Guru Penggerak Kini Gunakan Pendekatan Andragogi

0

JAKARTA (Suara Karya): Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan ke-7 menggunakan pendekatan andragogi dan ‘blended learning’ selama 6 bulan. Hal itu untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan. 

Demikian dikemukakan Pelaksana tugas Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Plt Dirjen GTK), Nunuk Suryani dalam acara pembukaan PGP Angkatan ke-7 yang digelar secara daring, Kamis (20/10/22).

Itu artinya, lanjut Nunuk, 70 persen kegiatan dilakukan dalam bentuk ‘on the job training’ dimana guru sebagai peserta PGP tetap menjalankan tugas mengajar dan menggerakkan komunitas di sekolah.

Sedangkan 20 persen kegiatan dirancang dalam bentuk belajar bersama rekan sejawat, dan 10 persen lainnya dalam bentuk belajar bersama narasumber, fasilitator dan pendamping.

“Pelaksanaan PGP angkatan ke-7 secara teknis telah final. Tercatat ada 17.885 calon Guru Penggerak Angkatan ke-7 dari 285 kabupaten/kota di 32 provinsi,” tutur Nunuk.

Ditambahkan, jumlah itu merujuk pada surat Pengumuman Hasil Seleksi Calon Guru Peserta PGP Angkatan ke-7 pada 26 September 2022. Ditambah calon Guru Penggerak Rekognisi sebanyak 194 orang, sehingga berjumlah 18.079 orang.

Nunuk menyebut, calon guru penggerak akan mengikuti pendidikan di 11 provinsi yang difasilitasi 3 Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) dan 8 Balai Guru Penggerak (BGP). Balai tersebut, antara lain BBGP Jawa Barat; BBGP DI Yogyakarta; BBGP Sumatera Utara; BGP Aceh; BGP Bali; dan BGP Kalimantan Barat.

“Kami juga telah menyiapkan faktor pendukung, seperti pengajar praktik, fasilitator, dan instruktur. Mereka sudah selesai direkrut dan dibekali dengan kompetensi yang dibutuhkan,” ucap Nunuk.

Untuk PGP angkatan ke-7 reguler, lanjut Nunuk, akan didukung 978 fasilitator dan 3.067 pengajar praktik. Sementara PGP Rekognisi akan difasilitasi oleh 20 fasilitator pemandu.

Persiapan lain yang sudah selesai adalah platform pembelajaran PGP, yaitu learning management system (LMS). Proses persiapan untuk PGP Angkatan 7 sudah selesai dan siap dimulai.

Pendidikan Guru Penggerak Angkatan ke-7 diselenggarakan mulai 20 Oktober hingga 21 Desember 2022. Kegiatan tersebut dilanjutkan kembali pada 4 Maret hingga 21 Juli 2023.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim saat membuka PGP angkatan ke-7 meminta guru untuk segera menggerakkan ekosistem pendidikan di sekolah dan komunitas belajar di sekitarnya guna mewujudkan Merdeka Belajar bagi peserta didik.

Nadidm mengingat periode awal mengemban amanah sebagai Mendikbudristek dan mengunjungi guru-guru di berbagai pelosok daerah. “Saya kagum atas semangat para guru untuk memberi yang terbaik kepada murid, terlepas dari keterbatasan yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, dedikasi seorang guru tidak perlu diragukan dan saat ini tenaga pendidik telah sampai pada kondisi di mana dedikasi harus diimbangi juga dengan rasa berani.

“Keberanian untuk refleksi, keberanian untuk berubah ke arah yang lebih baik, keberanian untuk menjadi pemimpin perubahan. Itulah yang jadi pemikiran awal saya agar guru yang berbeda dari yang ada selama ini,” ungkapnya. (Tri Wahyuni)