Pendidikan Vokasi Siapkan Ribuan Talenta Bidang Teknologi Kendaraan Listrik

0

JAKARTA (Suara Karya): Kesuksesan pemerintah Indonesia dalam Presidensi KTT G20 di Bali, pada pertengahan November 2022 lalu membawa tiga isu prioritas, yaitu infrastruktur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi.

Isu tentang transisi energi sangat relevan karena tantangan dunia menghadapi dampak krisis iklim. Apalagi, Pemerintah Indonesia saat ini menargetkan pengurangan 41 persen jejak karbon pada 2030, dan target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam berbagai kesempatan senantiasa konsisten menyuarakan tentang pentingnya pendidikan untuk dapat menjawab tantangan krisis iklim.

“Untuk menghadapi tantangan dunia terbesar saat ini, yaitu perubahan iklim, kita perlu gotong royong dari para ilmuwan, insinyur, aktivis, dan banyak pihak lainnya untuk bersama bergerak menjemput bola dan mencari solusi dengan cepat,” katanya.

Nadiem menambahkan, skema kebijakan Merdeka Belajar, pendidikan vokasi menjadi prioritas agar bisa menjawab kebutuhan zaman, termasuk di dalamnya persiapan SDM unggul yang mampu menciptakan solusi akan krisis iklim.

“Dalam inovasi kendaraan listrik, kami menilai hal itu prioritas karena skema kebijakan pendidikan vokasi dirancang untuk mendorong inovasi dan penciptaan teknologi dari hulu hingga hilirisasi produk,” ucapnya.

Sejalan dengan imbauan Mendikbudristek, inovasi nyata karya anak bangsa untuk menangani krisis iklim semakin terakselerasi cepat. Berbagai upaya nyata dilakukan pemerintah bersama berbagai insan pendidikan, baik tingkat SMK maupun perguruan tinggi vokasi.

“Upaya penanganan krisis iklim yang berkelanjutan dapat diatasi lewat penerapan prinsip green economy di dalamnya,” kata Nadiem.

Karena itu, pembelajaran di pendidikan vokasi telah ditransformasi sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Salah satunya melalui pelibatan peran industri yang makin masif, tak hanya dalam kurikulum, tetapi juga penyediaan tempat praktik kerja lapangan/magang, pelibatan praktisi untuk mengajar, dan mengembangkan teaching factory.

Semakin banyak kelas industri yang diselenggarakan di jenjang SMK dan perguruan tinggi vokasi. Bersama KADIN, misalkan, beberapa politeknik menyusun panduan rencana pembelajaran untuk magang industri selama sedikitnya satu semester.

Dengan demikian, pelaksanaan magang menjadi lebih konsisten, lebih efektif, dan dipahami baik oleh industri maupun perguruan tinggi.

Pendidikan vokasi baik SMK maupun perguruan tinggi terus mempersiapkan SDM terampil di sektor industri kendaran listrik atau EV dan energi terbarukan lainnya.

Untuk menjawab kebutuhan industri saat ini, ada 4 Program Sarjana Terapan (D4) spesialisasi 1 Tahun Energi Terbarukan pada 4 politeknik di bawah naungan Kemdikbudristek, yaitu Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Manado, dan Politeknik Negeri Ujung Pandang. Selain PEM Akamigas di bawah Kementerian ESDM.

Selain itu, pendidikan tinggi vokasi juga dapat mengembangkan program studi yang secara spesifik mengenai energi baru terbarukan, yakni D4 Teknik Energi terbarukan di Politeknik Negeri Jember yang dibuka sejak 2008 dan Program Magister Terapan Program Studi Teknik Energi Terbarukan di Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang sejak 2016.

Pembelajaran seperti ini diharapkan dapat mengasah keterampilan siswa dan mahasiswa vokasi, serta meningkatkan kebekerjaan mereka.

Dalam pengembangan energi panas bumi, perguruan tinggi juga terlibat intensif mulai dari prospecting, planning, design, hingga pengoperasian.

Politeknik juga mengembangkan kerja sama dengan industri dalam mengembangkan pembangkit listrik Tenaga Bayu (Angin) dan Surya untuk daerah terpencil di Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Selain itu ada pengembangan Pompa air tanah Solar Wind System (SWS) kerja sama Politeknik Negeri Cilacap dengan PT Pertamina dan kerja sama Solar Home System (SHS), PLTS off-grid, on-grid, dan hybrid antara Politeknik Negeri Ujung Pandang dengan PT PLN Nusantara Power melalui program matching fund vokasi.

Penyiapan SDM kompeten bidang EV juga dilakukan pada tingkat SMK. Kontribusi SMK tak lepas dari pengembangan konsentrasi keahlian yang terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan kekinian, dukungan terhadap industri EV.

Selain program keahlian otomotif, beberapa kompetensi keahlian yang relevan dengan bidang energi terbarukan juga dikembangkan, antara lain teknik energi biomasa; teknik energi surya hidro dan angin; dan teknik energi terbarukan. Total sekolah yang terlibat 46 SMK dengan 2.745 siswa.

Pada kompetensi keahlian lainnya, juga semakin relevan dengan kebutuhan industri energi terbarukan, misalkan kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan otomotif yang saat ini kontennya juga diarahkan untuk mempelajari motor listrik.

Pembelajaran di SMK juga dibarengi dengan inovasi elektrifikasi transportasi melalui teaching factory. SMK Nasional Malang, misalkan, mengembangkan sepeda motor listrik bernama Cassa Trail dengan sistem project based learning yang melibatkan beberapa konsentrasi keahlian di SMK tersebut.

Proses pembuatan sepeda motor listrik itu dimulai dari pembuatan kerangka atau bodi sepeda motor yang dibuat jurusan teknik kendaraan ringan otomotif (TKRO). Sedangkan urusan desain dan mesin yang menjadi penggerak sepeda motor dipercayakan kepada teknik dan bisnis sepeda motor (TBSM) dan teknik pemesinan (TPM).

Pendidikan vokasi terus diupayakan agar selaras dengan entitas bisnis. Misalkan, Direktorat SMK menggandeng Schneider Electric untuk Electrical Education Program & Competition (EEPC), yakni program pendidikan dan pelatihan vokasi untuk pengembangan kompetensi para calon ahli listrik Indonesia.

Pelatihan yang berlangsung tiga pekan itu diikuti 7.102 siswa dan guru dari 103 SMK jurusan kelistrikan pada Oktober 2022 lalu. Kegiatan tersebut telah dilakukan sejak 2019.

Pengembangan SMK bidang energi terbarukan dalam tiga tahun terakhir telah menyalurkan bantuan senilai total Rp6,6 miliar untuk pengembangan bidang kelistrikan di 14 SMK bidang energi terbarukan. Dananya selain bersumber dari Schneider juga bantuan dari Pemerintah Prancis.

Pendidikan vokasi mengarusutamakan transformasi pendidikan tak hanya dari sisi persiapan lulusan yang berbekal kompetensi siap kerja dan berwirausaha, tetapi juga kompetensi berkreasi dan menghasilkan produk/jasa unggulan yang ramah lingkungan.

Pendidikan vokasi berporos pada transformasi kemitraan industri dan satuan pendidikan untuk menyiapkan SDM kompeten masa depan, yang dikemas dalam 2 kebijakan utama, yaitu SMK Pusat Keunggulan dan Matching Fund Vokasi.

Selain itu, Mendikbudristek terus mendorong peningkatan praktisi untuk turut aktif mengajar di SMK dan perguruan tinggi vokasi.

Program SMK Pusat Keunggulan tahun 2022 diperkuat dengan upaya pemadanan dana industri untuk memperkuat pembelajaran di SMK melalui teaching factory.

Program itu berhasil mendapatkan dukungan dari industri dan mampu meraih dana kolaborasi sebesar Rp1,065 triliun.

Di perguruan tinggi vokasi, program matching fund vokasi berhasil meraih total dana kolaborasi sebesar Rp133,01 miliar atau terjadi peningkatan 4 kali lipat jumlah proposal kerja sama industri dan perguruan tinggi vokasi dari tahun sebelumnya.

Dicontohkan, program matching fund vokasi, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) bekerja sama dengan VKTR dari Bakrie Group dalam mengembangkan operating system (OS) dan aplikasi untuk bus listrik dengan dana sebesar Rp2 miliar.

PENS juga bergotong royong dengan UNS dalam pengembangan teknologi baterainya. Program pengembangan EV pada PENS mewadahi mahasiswa agar dapat mengerjakan proyek bersama dosen dalam skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Dari kegiatan itu, PENS berhasil membuat motor listrik yang murni buatan sendiri, bahkan untuk komponen yang selama ini masih impor.

Contoh lain adalah SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, penerima program SMK Pusat Keunggulan. Mereka memberi solusi kelangkaan energi dan kerusakan lingkungan akibat gas buang kendaraan.

Sekolah tersebut mengembangkan mobil listrik tenaga surya yang diberi nama Suryawangsa 2 Arjuna 4.0. Mobil listrik dua penumpang itu membutuhkan waktu hingga 6 bulan. Kegiatan nelibatkan guru dan siswa serta kolaborasi dengan Laboratorium Power System Operation and Control ITS.

Suryawangsa 2 Arjuna 4.0 telah diuji coba oleh Presiden Joko Widodo saat menghadiri muktamar Muhammadiyah 2022, beberapa waktu lalu. (Tri Wahyuni)