Pendiri METI Minta Segera Adakan Pergantian Ketum

0

JAKARTA (Suara Karya): Para pendiri Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) mengaku kecewa dengan kepemimpinan Surya Darma dan berharap segera ada pergantian ketua umum (Ketum) Selama dua periode memegang tampuk kepengurusan, mereka bahkan dinilai tidak mampu memperjuangkan undang-undang energi terbarukan (UU EBT).

Anggota Dewan Pembina yang juga pendiri METI Djoko Winarno mengatakan, bahkan untuk membahas harga jual listrik energi terbarukan melalui keputusan presiden (Kepres) saja, ketua umum tidak mampu menggoalkannya.

“Kinerja periode yang lalu kurang sukses perjuangan utama untuk proses UU EBT sudah hampir 4 tahun. METI butuh ketua umum yang credible dan bisa diterima pendapatnya atau bekerja sama dengan DPR serta pemerintah sebagai pembuat UU & PP, Perpres atau Permen,” kata Djoko Wirnano kepada wartawan di Jakarta, Senin (30/5/2022).

Dia berharap Dewan Pimpinan Pusat (DPP ) METI periode selanjutny lebih transparan dalam laporan keuangan serta tidak tergoda korupsi.

Kabar akan diselengarakannya Musyawarah Nasional (Munas) METI yang rencananya diselenggarakan pada 22 Juni 2022 juga dibenarkan oleh tokoh pendiri METI lainnya. Mereka mengatakan, sudah waktunya organisasi yang berisikan para peneliti ini berganti kepemimpinan.

“Biar organisasi lebih sehat, harus segera ada penyegaran. Jangan sampai pengurus saat ini buat gaduh, dengan mempertahankan jabatan menjadi tiga periode. Ini menyalahi AD/ART organisasi,” kata tokoh yang enggan disebutkan namanya. (Pramuji)