Pengacara Minta Polres Tanjung Perak Segera Selesaikan Kasus Penculikan di PT Meratus Line

0

KBRN, Jakarta : Kuasa hukum korban penyekapan yang diduga dilakukan PT Meratus Line, Eko Budiono meminta aparat kepolisian Polres Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur segera menyelesaikan kasus yang melibatkan direktur utama di perusahaan tersebut.

Dilansir dari jatimnet.com, kejadian bermula saat seorang karyawan yang bekerja di perusahaan PT Meratus Line, Jalan Tanjung Perak Surabaya dikabarkan ada dugaan menjadi korban “penyekapan”. Bahkan, korban juga dimintai uang dengan jumlah sangat besar, diperkirakan mencapai Rp 570 juta.

Ironisnya kasus penyekapan tersebut seperti menguap. Sebab, peristiwa yang terjadi pada bulan Februari 2022, penyidik kepolisian baru menetapkan tersangka pada bulan Agustus.

Informasi didapat, karyawan PT Meratus Line yang jadi korban penyekapan diketahui bernama ES. Pihak perusahaan diduga “menahan” atau menyekap. Hal itupun membuat pihak keluarga yakni MM istri korban panik. Bahkan, pihak perusahaan juga minta uang sebesar Rp 570 juta.

Karena takut terjadi apa-apa, istri korban pun mengiyahkan uang yang diminta oleh pihak perusahaan, tidak lain dilakukan oleh pelaku itu adalah seorang Direktur Utama PT Meratus Line diketahui berinisial SR.

“Istri korban ini datang ke kantor perusahaan PT Meratus dengan membawa tiga sertifikat tanah dan uang tabungan yang nilainya sebesar Rp 570 juta. Semua sertifikat dan uangnya diserahkan, tapi ternyata saat diserahkan semua, istrinya ini hanya bisa melihat sebentar dan menyerahkan baju saja ke suaminya. Suaminya yang disekap ini tidak dibebaskan oleh pihak perusahaan,” kata Eko Budiono kuasa hukum korban, Sabtu 13 Agustus 2022.

Dengan atas dasar itulah akhirnya pihak keluarga melaporkan ke pihak kepolisian, Polres Tanjung Perak Surabaya. Karena takut dengan keselamatan korban. “Klien kami membuat laporan ke kantor polisi, karena menjadi korban penyekapan,” imbuhnya.

Laporannya adalah pada tanggal 7 Februari 2022 yakni Laporan Polisi LP/B/055/II/2022/SPKT/POLRES PELABUHAN TANJUNG PERAK POLDA JAWA TIMUR. Dari laporan tersebut, istri korban mendapat Surat Tana Penerimaan Laporan dengan Nomor: STBL/B/055/II/2022/SPKT/POLRES PELABUHAN TANJUNG PERAK/POLDA JAWA TIMUR dengan dugaan Tindak Pidana Merampas Kemerdekaan Seseorang dengan pasal 333 KUHP.

Dari laporan bulan Februari tersebut, penyidik yang menangani dari Polres Tanjung Perak masih terus melakukan penyidikan. Ironis penyidikan itu terkesan lamban.

Sebab dari bulan Februari membuat laporan, polisi melakukan penyidikan pada bulan Juni, itu berdasarkan SPRIN-SIDIK/143/VI/RES.1.24/2022/SATRESKRIM yang tertanggal 14 Juni 2022.

Setelah itu, melalui surat Nomor: B/87/VI/RES. 1.24/2022/SATRESKRIM disampaikan kepada Kajari Tanjung Perak Surabaya. Tetiba pada tanggal 1 Agustus 2022 Polres Tanjung Perak Surabaya menetapkan tersangka yakni SR selaku Direktur Utama PT Meratus Line.

Hal itu sesuai dengan Nomor B/622/SP2HP-4/VIII/RES.1.24/2022/SATRESKRIM dengan perihal pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan yang ditandatangani Kasat Reskrim Polres Tanjung Perak Surabaya AKP Arief Ryski Wicaksana.

Sementara Kasat Reskrim Polres Tanjung Perak Surabaya AKP Arief Ryski Wicaksana saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut belum juga ada respon hingga berita ini diturunkan. (Bobby MZ)