Pengamat: Generasi Muda harus Terus Gemakan Semangat Sumpah Pemuda

0
Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio. (Foto: HO.ist)

JAKARTA (Suara Karya): Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio meminta generasi muda Indonesia terus menggemakan semangat Sumpah Pemuda karena ikrar satu Tanah Air, satu bangsa, dan satu bahasa terbukti ampuh dalam mempersatukan keragaman dan mengantar Indonesia menjadi negara merdeka.

“Generasi milenial sekarang ini dituntut untuk terus menghayati Sumpah Pemuda dan tetap kritis dalam mengawal perjalanan bangsa dan negara,” katanya kepada wartawan, di Jakarta, Jumat, merefleksikan peringatan Sumpah Pemuda.

Apalagi, kata dia, akhir-akhir ini tantangan berbangsa dan bernegara Indonesia sangat berat seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, serta ancaman radikalisme dan terorisme.

Ia mengatakan generasi muda harus tetap di garis pemuda dalam menyikapi berbagai dinamika bangsa akhir-akhir ini.

Pemuda, kata dia, harus ikut menjaga perubahan dan menjaga Indonesia agar tetap dalam trek yang benar dalam pembangunan dan menghadapi berbagai ancaman bangsa.

“Macam-macam yang bisa dilakukan generasi muda seperti menyuarakan suara rakyat, menyuarakan keadilan, kesetaraan, melawan ancaman perpecahan dan lain-lain,” kata pendiri lembaga survei KedaiKopi itu.

Menurut Hendri, sikap kritis para pemuda seperti dengan melakukan demonstrasi adalah salah satu hal positif untuk menyampaikan aspirasi rakyat, tetapi yang perlu ditingkatkan saat ini yaitu membuka wadah seluas-luasnya bagi anak muda untuk lebih berprestasi mengembangkan kreativitasnya.

“Ini juga sesuai dengan semangat Sumpah Pemuda,” kata Hendri.

Hendri mengatakan generasi muda juga harus terlibat aktif dalam menangkal berbagai ancaman, seperti intoleransi, radikalisme, dan terorisme, karena persoalan itu mengancam masa depan bangsa dan negara.

Setidaknya, kata dia, ada tiga hal yang bisa dilakukan generasi muda saat ini.

Pertama, tidak melupakan sejarah bangsa, sebab dengan tidak melupakan sejarah bangsa maka ada keinginan para pemuda untuk keluar dari masa lalu untuk membuat sejarahnya sendiri yang lebih baik dari sejarah yang dipelajari.

Kedua, melaksanakan tugas saat ini dengan mengedepankan kepemudaannya bahwa sebagai pemuda harus bisa menjaga atau meningkatkan kewajiban yang harus dilakukan hari ini selesai dengan sebaik-baiknya dengan hasil semaksimal mungkin.

“Ketiga adalah terus bermimpi, berimajinasi mengembangkan karya baru, kreativitas baru demi Indonesia yang lebih baik dan maju,” kata Hendri. (Agus Sunarto)