Pengamat Sayangkan Sikap Elite yang Ganggu Keutuhan Bangsa

0

JAKARTA (Suara Karya): Sejumlah elite politik nasional saat ini dinilai tengah mempertaruhkan keutuhan bangsa. Mereka bermain-main dengan nasionalisme yang mengarah pada perpecahan hanya karena ingin memenangkan pemilu.

Pernyataan tersebut dikemukakan pengamat politik dari Para Syndicate, Ari Nurcahyo, di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Karenanya, dia menyayangkan sikap seperti itu untuk kepentingan politik sesaat pada pemilu presiden 2019. Pada kampanye pemilu presiden 2019, Ari menyebut, ada pasangan capres-cawapres dan tim kampanyenya yang menyampaikan visi, misi, dan program pembangunan Indonesia ke depan.

Namun ada juga, kata dia, capres-cawapresnya dan tim kampanyenya yang menyampaikan propaganda negatif dan membangun pesimisme pada bangsa Indonesia. “Pasangan capres-cawapres ini beserta tim kampanyenya sering menyampaikan narasi negatif, yang merupakan upaya untuk memenangkan pemilu presiden,” katanya.

Ari Nurcahyo menyayangkan, narasi negatif dan pesimisme yang terus dibangun, akan membahayakan nasionalisme dan persatuan bangsa. “Masyarakat yang selama ini hidup rukun dan damai, dibangun wacana negatif sehingga menjadi terpolarisasi,” katanya.

Ari memperkirakan, dampak dari adanya polarisasinya akan memiliki efek rusak yang cukup berkepanjangan di masyarakat. Masyarakat yang sebelumnya hidup rukun, kata dia, saat ini menjadi berbeda pandangan dan berhadapan.

Pada kesempatan tersebut, Eri Nurcahyo mengimbau sekaligus mengingatkan masyarakat, untuk selalu cermat menerima informasi serta jernih memilih informasi mana yang konstruktif dan mana yang destruktif. “Masyarakat harus cermat memilih informasi dan cerdas mengambil keputusan,” katanya.

Menurut dia, memilih pada pemilu presiden 2019 adalah hak dari semua warga negara Indonesia (WNI) yang memenuhi syarat sebagai pemilih, tapi hendaknya memilih pemimpin yang komit untuk membangun Indonesia menjadi lebih maju. (Gan)