Penggunaan Oli Khusus Mobil LCGC, Bensin Jadi Lebih Irit

0
Foto: Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni.

JAKARTA (Suara Karya): PT Total Oil Indonesia, afiliasi dari perusahaan minyak dan gas internasional terbesar keempat di dunia, meluncurkan pelumas mesin (oli) khusus untuk mobil Low Cost Green Car (LCGC). Diharapkan produk baru tersebut memberi dampak positif bagi lingkungan.

“Tak hanya itu, berkat oli khusus ini kebutuhan bahan bakar jadi lebih rendah serta meningkatkan jarak tempuh,” kata Managing Director PT Total Oil Indonesia, Franck Giraud saat peluncuran Total Quartz 8000 Future GF-5 0W-20 full synthetic dan Total Quartz 7000 Future GF-5 5W-30 semi synthetic, di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Giraud menjelaskan, pasar pelumas mesin khusus mobil LCGG di Indonesia masih terbilang luas. Hal itu merujuk pada penjualan LCGC yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Karena mobil jenis LCGC dinilai ideal dalam mengakomodir hiruk pikuk lalu lintas modern.

“Ukurannya yang ringkas membuat LCGC ideal melintasi lalu lintas di Indonesia yang padat. Meski memiliki teknologi tinggi, mobilnya dijual dengan harga sangat terjangkau,” ujarnya.

Hal itu juga didukuny oleh data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tahun lalu yang menyebutkan, penjualan LCGC yang sangat bagus. Bahkan, LCGC berkontribusi sebesar 20 persen dari seluruh penjualan kendaraan roda empat Indonesia. Angkanya mencapai 230.444 unit.

Mobil LCGC atau dikenal dengan istilah KBH2 (Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar dan Harga Terjangkau) mesinnya telah disesuaikan oleh pabrikan otomotif, agar memenuhi regulasi yang ditentukan pemerintah. Karena itu, mobil tersebut membutuhkan pelumas mesin khusus.

“Mesin modern dan berukuran kompak seperti LCGC, membutuhkan pelumas dengan viskositas yang sangat rendah. Pelumas baru ini membuat proses pembakaran pada mesin menjadi lebih efisien dan menghasilkan performa yang lebih tinggi,” tuturnya.

Ditanya soal kemungkinan produk Total dipalsukan, Giraud mengatakan, masalah oli palsu tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di dunia. Hal itu terjadi lantaran tingginya permintaan oli di masyarakat.

Untuk mencegah terjadinya pemalsuan oli, setiap produsen berlomba-lomba membuat kemasan yang sulit ditiru. Begitu pun label dan logo di tutup botol. Pada bagian bawah tutup botol pun ada seal alumunium sebagai proteksi tambahan.

Perusahaan minyak asal Perancis iyu mengklaim hingga saat ini belum ada produk oli buatannya yang dipalsukan. “Secara spesifik di Indonesia sampai saat ini kami belum menemukan produk palsu. Jangan sampai kami menemukan kasus pemalsuan,” kata Giraud menandaskan. (Tri Wahyuni)