Pengobatan Kian Kompleks, RS Siloam Bonjer Buka Klinik Gagal Jantung

0

JAKARTA (Suara Karya): Makin kompleksnya pengobatan pasien gagal jantung mendorong Rumah sakit (RS) Siloam Kebon Jeruk (Bonjer) membuka Pelayanan Terpadu Klinik Gagal Jantung. Klinik tersebut merupakan bagian dari Pelayanan Prima Poli Jantung dan Pembuluh Darah Siloam Heart Institute (SHI).

“Gagal jantung itu komplikasi akhir dari berbagai jenis penyakit jantung. Karena itu, pengobatannya multidisiplin dan subspesialisasi,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Siloam Bonjer, Leonardo Paskah Suciadi dalam peluncuran Klinik Gagal Jantung RS Siloam Bonjer secara virtual, Sabtu (8/5/2021).

Paskah menambahkan, pasien gagal jantung patut mendapat perhatian, karena usia harapan hidup yang sangat rendah. Bahkan, kondisinya jauh lebih buruk dari usia harapan hidup sebagian besar pasien kanker.

“Karena itu, kasus gagal jantung menuntut pelayanan terapi secara komprehensif, intensif, agresif dan inovatif,” katanya menegaskan.

Dijelaskan, gagal jantung merupakan gangguan pada otot jantung yang menyebabkan ketidakmampuan jantung untuk memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh. Kondisi itu mengakibatkan tidak tercukupinya kebutuhan berbagai organ tubuh akan suplai darah.

Penderita gagal jantung biasanya mengeluhkan sesak napas, napas tersengal-sengal dan mudah lelah saat beraktivitas, bengkak kedua tungkai, dada berdebar, serta perut begah dan membesar yang disertai mual, menurunnya nafsu makan dan berat badan.

Selain itu, ada bererapa faktor risiko gagal jantung yang harus diwaspadai, antara lain riwayat penyakit jantung koroner atau serangan jantung, diabetes, hipertensi, obesitas, kelainan katup jantung, penyakit paru kronik, pecandu alkohol, riwayat keluarga dengan bengkak jantung serta usia lanjut.

“Semakin banyak faktor risiko di atas yang dimiliki seseorang, semakin besar risiko untuk menderita gagal jantung,” ucap Paskah menegaskan.

Karena sifatnya yang menahun dan progresif seiring waktu, lanjut Paskah, penyakit gagal jantung membutuhkan identifikasi segera dan penanganan tepat sejak awal untuk mencapai hasil optimal.

“Pengobatan gagal jantung sangatlah kompleks dan butuh waktu yang cukup panjang. Karena itu, perlu dibangun komunikasi yang baik antara pihak medis, pasien dan keluarga pasien,” ujarnya.

“Kami siap memberi informasi penting, edukasi, konsultasi, dan telemonitoring secara efektif dan profesional kepada pasien dan keluarga pasien,” tuturnya.

Pasien dan keluarga pasien harus mendapat edukasi yang cukup terkait penyakit tersebut, karena pengobatannya berlangsung lama.

Paskah memaparkan penelitian di Siloam Heart Institute selama 2019-2020, diketahui ada 3 persen pasien gagal jantung meninggal selama perawatan di rumah sakit dan sekitar 22,5 persen pasien lainnya meninggal dalam waktu 6 bulan setelah pulang rawat.

“Melalui layanan khusus ini, RS Siloam Kebon Jeruk akan memberi pendampingan lebih optimal dan layanan terpadu untuk pasien gagal jantung,” kata Paskah menandaskan. (Tri Wahyuni)