Penjualan Obat dan Makanan lewat Online akan Diperketat

0
Foto: (Suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan mengeluarkan Peraturan Kepala Badan (Perka) tentang penjualan obat dan makanan secara online. Regulasi itu nantinya, mengharuskan para pelaku usaha online memiliki izin edar, seperti perdagangan konvensional lainnya.

“Maraknya perdagangan kosmetik dan obat tanpa izin edar secara online menjadi tantangan bagi BPOM. Akan ada Perka yang mengatur penjualan obat dan makanan secara online,” kata Kepala BPOM, Penny K Lukito dalam forum bertajuk “Refleksi Kinerja BPOM 2018 dan Rencana Kerja 2019” di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Penny menjelaskan, Perka tersebut saat ini tengah dilakukan konsultasi publik guna mendapat masukan dari masyarakat. Diharapkan peraturan itu dapat diterbitkan dalam tiga bulan kedepan.

“Tahapan konsultasi dengan industri telah dilakukan, ke depannya harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) akan dilakukan,” ujarnya.

Ditambahkan, BPOM saat ini juga mulai menjajaki kerja sama dengan para penyedia kanal penjualan online (marketplace) untuk ikut mengawasi peredaran obat dan makanan yang dijual. Terutama produk kosmetik, mengingat pangsa pasarnya begitu besar.

Disebutkan, hal-hal yang diatur dalam Perka antara lain produk yang dijual secara daring harus sesuai standar aturan BPOM melalui proses registrasi dan sebagainya. Selain itu iklan dan informasi yang dicantumkan harus sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Kementerian Keuangan juga telah mengenakan pajak dalam penjualan online. Regulasi itu akan memberi rasa keadilan, karena baik penjualan langsung maupun online diberlakukan aturan yang sama,” tuturnya.

Tahun 2018 merupakan tahun penguatan kelembagaan BPOM lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan. Hal itu ditandai dengan pembentukan Deputi Bidang Penindakan, Inspektorat Utama, serta Kantor POM di 40 Kabupaten/Kota.

“Hasil pengawasan pun terbukti signifikan. Dalam 4 tahun terakhir, BPOM berhasil melakukan penindakan atas peredaran obat dan makanan ilegal sebesar Rp 161,48 miliar rupiah dengan jumlah perkara kejahatan sebanyak 1.103 kasus, yang mana 602 perkara sudah diselesaikan,” tuturnya.

Atas kinerja tersebut, lanjut Penny, BPOM memperoleh penghargaan dari Kepolisian atas peran aktifnya dalam melakukan penegakan hukum serta bersinergi dengan Penyidik Polri. (Tri Wahyuni)