Pentingnya Pemerataan Talenta Digital untuk Kemajuan Indonesia

0

JAKARTA (Suara Karya): Vice Chairman & Co-Founder, Tokopedia, Leontinus Alpha Edison menyatakan dukungannya terhadap Program Bangkit yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Hal itu demi terciptanya pemerataan talenta digital di Tanah Air.

“Program yang diikuti 3 ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini, diharapkan dapat tercipta pemerataan talenta digital di Tanah Air,” kata Leontinus dalam pembukaan Program Bangkit 2021 secara virtual, Senin (15/2/2021).

Sebagai perusahaan teknologi yang lahir di Indonesia, lanjut Leontinus, Program Bangkit diharapkan membuka akses bagi setiap orang untuk belajar teknologi digital. Hal itu sekaligus mendorong terjadi pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia.

Hal senada dikemukakan Chairwoman Yayasan Anak Bangsa Bisa (bagian dari Gojek), Monica Oudang. Katanya, pemanfaatan teknologi yang benar akan mengubah kehidupan jutaan orang menjadi lebih baik.

“Gojek secara berkelanjutan membina para talenta digital untuk menciptakan ide-ide kreatif yang dapat memajukan bangsa. Karena itu, kami akan dukung Program Bangkit, karena memiliki kesamaan visi dengan Gojek,” ujar Monica.

Ditambahkan, tahun ini ada 41 karyawan Gojek yang disebut GoTroops menjadi mentor bagi ribuan siswa Program Bangkit. Dalam program tersebut, para siswa saling berbagi wawasan dan pengetahuan di bidang Machine Learning, Cloud Computing, Android Mobile Programming dan pengembangan karir.

“Melalui Yayasan Anak Bangsa Bisa, Gojek akan memperluas cakupan dan upaya dalam pengembangan komunitas yang berkelanjutan, dengan fokus pada pengembangan talenta yang dibutuhkan masyarakat, melalui teknologi dan jangkauan ekosistem Gojek,” tuturnya.

Sementara itu, Co-Founder Traveloka, Albert mengatakan, Program Bangkit juga akan menjadi wadah bagi Traveloka untuk talenta anak bangsa di bidang machine learning, Android dan Cloud.

“Dukungan kami tak hanya di bidang pengembangan teknologi, tetapi juga pada soft skills seperti kolaborasi, komunikasi, design thinking, hingga etos kerja yang merupakan komponen esensial bagi pengembangan karir di masa depan,” ujarnya.

Albert menambahkan, Program Bangkit yang dilaksanakan tahun lalu, menunjukkan hasil menggembirakan. Sekitar 73 persen dari 300 peserta berhasil menyelesaikan program merasa prospek pekerjaan mereka meningkat. “Karena itu, kami lebih berambisi dalam merancang program pelatihan ini lebih baik lagi. Tentu dengan kurikulum yang lebih ketat,” ucapnya.

Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf mengemukakan, Program Bangkit akan didukung 370 instruktur relawan dan fasilitator pembelajaran dari Google dan mitra.

“Kami sangat bersemangat melaksanakan pelatihan ini dan melihat bagaimana para peserta dari waktu ke waktu, memberi dampak nyata pada ekosistem teknologi di Indonesia,” kata Randy. (Tri Wahyuni)