Penyerapan Meningkat, Realisasi Anggaran PEN Hingga September Rp315,48 Triliun

0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers usai memimpin Rapat Pleno Komite Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) di Jakarta, Jumat (02/10/20). (Suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Penyerapan anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) menunjukkan tren positif, realisasinya mencapai 45,4% yaitu sebesar Rp315,48 triliun dari total pagu Rp695,2 triliun.

“Mulai dari Semester I tahun 2020, penyerapan anggaran PEN terus mengalami peningkatan dengan pertumbuhan bulanan sebesar 37%. Pada bulan Agustus 2020 dan September 2020 meningkat signifikan, bahkan pada September 2020 saja realisasinya Rp103,88 triliun,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers usai memimpin Rapat Pleno Komite Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) di Jakarta, Jumat (02/10/20).

Dia menjelaskan, rapat pleno tersebut fokus membahas perkembangan pengadaan vaksin beserta peraturan presiden (Perpres) yang akan mengaturnya, usulan skema harga tes usab (swab test), monitoring perkembangan program dan anggaran PC-PEN, monitoring realisasi belanja Kementerian/Lembaga, serta perkembangan ekonomi dan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Mengenai perkembangan penanganan pandemi Covid-19, ujarnya hingga 1 Oktober 2020, jumlah kasus selesai isolasi Covid-19 atau sembuh di Indonesia sebanyak 218.487 kasus (recovery rate 75,03%). Sementara kasus meninggal dengan konfirmasi Covid-19 sebanyak 10.856 kasus (case fatality Rate/CFR 3,73%).

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas tempat tidur (TT) Isolasi, baik di rumah sakit (RS) rujukan maupun RS non-rujukan dari Maret 2020 sampai September 2020 diketahui per 27 September 2020, total kapasitas secara nasional (TT Isolasi dan TT ICU) sebesar 45.481 TT, dengan keterisian sebesar 21.670 TT atau tingkat keterisian (Bed Occupancy Ratio-BOR) sebesar 47,65%. Sedangkan data BOR di RSDC Wisma Atlet untuk Tower OTG sebesar 42,60% dan untuk Tower Perawatan sebesar 79,30%.

“Data menunjukkan adanya peningkatan kapasitas TT Isolasi dan TT ICU, baik di RS Rujukan maupun Non-Rujukan, sehingga kapasitas fasilitas kesehatan cukup tersedia,” ungkapnya.

Mengenai perkembangan pengadaan dan persiapan pelaksanaan vaksinasi, rapat menitikberatkan pada perkembangan perpres pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, penyelesaian roadmap pelaksanaan vaksinasi/pemberian imunisasi, dashboard tracing vaccine program, serta penyediaan anggaran untuk pengadaan sampai dengan pelaksanaan vaksinasi.

“Target vaksinasi untuk 160 juta orang dan kebutuhannya antara 320 s.d. 370 juta vaksin. Ini akan diberikan untuk usia produktif (19-59 tahun) atau sekitar 60% dari total penduduk. Pemerintah akan mengupayakan percepatan penyediaan vaksin, dengan tahapan direncanakan bisa tersedia 36 juta vaksin di Q4-2020; 75 juta vaksin di Q1-2021; 105 juta vaksin di Q2-2021; 80 juta di Q3-2021; dan 80 juta di Q4-2021,” ujarnya Airlangga. (Indra)