Peran Strategis FKRI bagi Ekosistem Riset dan Inovasi di Indonesia

0

JAKARTA (Suara Karya): Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kementerian Keuangan, Bappenas dan kementerian/lembaga (K/L) lainnya membentuk Forum Komunikasi Riset dan Inovasi (FKRI).

Forum tersebut akan menjadi saluran komunikasi dalam mengagendakan kebutuhan akan kajian kebijakan, riset dan inovasi dari setiap K/L, industri dan daerah.

“Kebijakan perlu dipetakan untuk mendukung riset dan inovasi, khususnya untuk kebutuhan daerah,” kata Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko dalam acara bertajuk ‘Kick Off FKRI’ di Jakarta, Senin (1/8/22).

Handoko menegaskan, FKRI memiliki peran strategis bagi ekosistem riset dan inovasi di Indonesia. Hal itu sejalan dengan peralihan tugas, fungsi dan kewenangan unit kerja yang mengerjakan penelitian, pengembangan, dan penerapan iptek di lingkungan K/L.

“Sejak 1 Januari 2022, hal-hal terkait penelitian, pengembangan dan penerapan iptek di lingkungan K/L menjadi tugas, fungsi dan kewenangan BRIN sesuai amanah Perpres No 78 Tahun 2021 tentang BRIN,” tutur Handoko.

Ditambahkan, FKRI akan melakukan pemetaan kebutuhan kajian kebijakan dan survey data dasar pembangunan nasional. Upaya itu dilakukan karena penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

“FKRI akan menghasilkan usulan rekomendasi kebijakan dan hasil riset, yang biaa digunakan secara optimal bagi pemerintah pusat, daerah, dan industri dalam meningkatkan daya saing bangsa,” ucap Kepala BRIN.

Saat ini BRIN memiliki sumber daya yang optimal, yaitu 12 organisasi riset, 85 pusat eiset dan 7 Kedeputian yang bisa memberi pelayanan maksimal kepada stakeholder, termasuk K/L/D dan perguruan tinggi maupun industri.

“Ekosistem riset dan inovasi di Indonesia sekarang sudah menemukan platform yang tepat dengan terbentuknya BRIN. Periset dari berbagai disiplin ilmu berkumpul dan sangat memungkinkan menghasilkan invensi maupun inovasi berbasis pendekatan multidisiplin,” katanya.

Pengembangan platform tersebut, Handoko berharap seperti mata air yang terus mengalirkan kebaikan, kecerdasan dan ketepatan yang terus bermanfaat hingga hilir.

Sebelumnya BRIN telah memfasilitasi Pra-FKRI yang dihadiri perwakilan K/L, perguruan tinggi, dan industri untuk ikut membantu menghasilkan ‘top list’ maupun ‘short list’ untuk dikerjakan BRIN untuk Tahun Anggaran (TA) 2023.

Pra-FKRI pertama digelar pada 11-18 Juli 2022 dan Pra-FKRI kedua pada 25-28 Juli 2022. Sebagai tindaklanjut Pra FKRI, BRIN menggelar ‘Kick Off FKRI’ pada 1 Agustus 2022. Pertemuan itu membahas pemetaan kebutuhan kebijakan untuk mendukung riset dan inovasi dari setiap kementerian koordinator, kementerian, dan lembaga.

“Melalui proses tersebut, hasil kajian kebijakan maupun survey/indikator akan lebih jelas penggunaannya (off taker),” kata Handoko menandaskan.

Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan, Mego Pinandito mengatakan, FKRI menyediakan layanan survei data dasar pembangunan, iptek, riset dan inovasi. Pengguna layanan tersebut antara lain sivitas kelompok pelaksana fungsi kedeputian, sivitas periset OR-PR, dan kebutuhan data dasar K/L.

Disebutkan, ada beberapa ketentuan untuk pengajuan penggunaan layanan, yaitu kegiatan survey untuk data dasar pembangunan, iptek, riset, dan Inovasi (tidak termasuk survey data untuk indikator internal K/L, dan survei kajian untuk menghasilkan konsep indikator-indeks).

“Lingkup survey data dasar berskala nasional, untuk mendukung pengukuran indeks pembangunan, iptek, riset dan Inovasi,” ucap Mego. (Tri Wahyuni)