Peranan Gizi Sangat Penting Menumbuhkan Energi Atlet Menggapai Prestasi Puncak

0

BANDUNG (Suara Karya) : Peranan gizi sangat penting dalam menghasilkan prestasi atlet dalam suatu pertandingan. Karena melalui asupan gizi yang bagus seorang atlet mendapatkan kalori tinggi dalam menghasilkan energi yang tinggi.

“Memiliki gizi yang bagus dapat menumbuhkan stamina yang dahyat, agar atlet berprestasi dalam setiap pertandingan yang dilakukan,”jelas Staf Khusus Kemenpora dalam seminar “Pemanfaatan Data Antropometrik Atlet Pemenuhan Gizi” yang digelar PPITKON Kemenpora di The Jayakarta Suites, Bandung, Jumat (17/12/2021).

Kegunaan gizi dapat mempengaruhi energi atlet dapat dicontohkan pada pemain sepakbola. Seperti Cristian Gonzales yang merupakan pemain sepakbola naturalisasi kelahiran Uruguay kini merupakan pemain Timnas energinya lebih bagus dibanding Bambang Pamungkas yang usianya lebih muda.

Pada usia 40 tahun lebih Gonzales staminanya masih standar ketika melakukan pertandingan 2 x 45 menit. Sementara Bambang Pamungkas yang kini berusia 35 tahun staminanya sudah menurun saat melakukan setengah pertandingan atau 45 menit.

Hal itu dapat dijadikan contoh terhadap pentingnya asupan gizi yang dimiliki sejak usia dini. Karena mempersiapkan atlet handal sudah seharusnya program gizi dipersiapkan dari usia dini pula.

Untuk itu Arsyad memberikan acungan jempol pada program Kepala PPITKON Edi Nurinda yang menggelar seminar pemanfaatan data Antropometrik atlet pertama di Bandung. Melalui Antropometrik, seorang ahli gizi dapat memanfaatkan data Antropometrik dalam menghasilkan atlet berprestasi sesuai asupan makanan yang dibutuhkan.

Pada kesempatan yang sama Mury Kuswari S.Pd, M.Si sebagai nara sumber memberikan masukan materi dengan tema “Peran Antropometri dalam Periodisasi Gizi Atlet”. Tujuan pendampingan gizi sangat penting bagi atlet untuk mendapatkan energi, dan berat badan yang ideal sebelum tampil dalam pertandingan.

Menurutnya, berat badan seorang atlet harus dipantau diawal dengan program Periodisasi. Wajar bila seorang atlet tidak mampu menyelesaikan permainan 2 x 45 menit di cabang sepakbola karena energinya menurun. Bahkan konsentrasi permainannya menurun pula. Semua itu berkaitan dengan asupan gizi yang kurang memenuhi kebutuhan kalori yang dapat menghasilkan gerak dan kecepatan saat melakukan pertandingan di lapangan.

“Pola makan seorang atlet harus diukur dan dipantau agar membentuk gizi yang baik dalam menghasilkan prestasi yang optimal. Ahli gizi juga harus paham pada atlet sesuai Periodisasi menuju pertandingan yang akan dilakukan,”tegas Mury.

Lebih jauh Mury mengatakan, penyaluran gizi pada atlet harus dipantau dan dihitung untuk mendapatkan energi yang bagus. Karena energi atlet harus seimbang untuk menghasilkan kalori dan gerak yang dibutuhkan. (Warso)