Peranan LPDUK dalam Asian Games 18

0
Venue panjat tebing yang diselesaikan LPDUK untuk Asian Games 18 di kawasan Jakabaring, Sumsel. (Suarakarya.co.id/Warso)

JAKARTA (Suara Karya): Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) Kemenpora menunjukkan kiprahnya dalam mensukseskan Asian Games 18 di Jakarta dan Palembang.

Peran LPDUK dalam bantuan pada Indonesia Asian Games Organizing Commuter (INASGOC) diantaranya dalam segi administrasi dan pengelolaan dana Komersial Asian Games 18.

Begitu juga memberikan kontribusi dalam pembangunan sarana dan prasarana yang digunakan dalam pesta olahraga terbesar Asia ke-18. Diantaranya, pembangunan lintasan bowling dan sarana pendukung di Bowling Center Jakabaring serta penyempurnaan venue Panjat Tebing di Kompleks Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan.

Lintasan bowling dan sarana pendukung di Bowling Center Jakabaring dibangun LPDUK dengan menggunakan dana hibah dari PT Pertamina. Sementara penyempurnaan venue Panjat Tebing menggunakan dana hibah dari PT Pusri.

Hibah dari Pertamina dan Pusri untuk kedua venue yang digunakan untuk Asian Games 2018 sebenarnya merupakan hibah kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Namun karena proses pembangunan dituntut cepat menyusul mepetnya pelaksanaan Asian Games 2018, LPDUK sebagai Badan Layanan Umum dibawah Kemenpora yang menjalankan usaha yang terkait dengan keolahragaan, dipercaya untuk mengelola dana hibah tersebut sesuai dengan peruntukkannya.

“Pembangunan lintasan bowling dan sarana pendukung serta penyempurnaan venue panjat tebing menjadi kesempatan pertama LPDUK sebagai lembaga baru, dalam mengelola dana hibah atau CSR perusahaan untuk pengadaan sarana dan prasarana olahraga. Ini menjadi contoh sekaligus proyeksi pelayanan ke depan bahwa LPDUK sebagai BLU, bisa menjembatani atau mengelola dana hibah atau komersil perusahaan untuk berbagai kebutuhan dan kegiatan keolahragaan. Karena berstatus sebagai BLU, LPDUK akan lebih mengutamakan pelayanan dibanding profit,” kata Direktur LPDUK, Agus Hardja Santana.

Lintasan bowling dan sarana pendukung serta penyempurnaan venue panjat tebing di Jakabaring tersebut akhirnya bisa diselesaikan dan digunakan dalam perhelatan Asian Games 2018. Keduanya juga sudah mendapat sanction dari federasi internasional masing-masing cabor tersebut sehingga berstandar internasional.

Untuk lintasan bowling dan sarana pendukungnya, telah dilakukan proses Berita Acara Serah Terima (BAST) dari LPDUK ke Pemprov Sumsel pada 27 April 2018. “Mulai 21 Juli 2018, pengelolaan bowling center menjadi tanggung jawab PT JSC karena kerjasama pemanfaatan asset Pemprov hanya dapat dilakukan oleh swasta, BUMN atau BUMD,” jelas Agus Hardja.

Sementara untuk penyempurnaan venue panjat tebing juga telah dilakukan proses serah terima ke Pengprov Sumsel pada 6 Agustus 2018. LPDUK bangga telah memberikan kontribusi dalam proses menghadirkan dua tempat yang akan dicatat sejarah sebagai medan bertandingnya atlet-atlet terbaik Asia dalam kancah Asian Games 2018.

LPDUK baru berdiri sekitar setahun menyusul keluarnya Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: B/272/M.KT.01/2017 tanggal 12 Mei 2017 tentang Pembentukan Unit yang Menangani Pengelolaan Dana Keolahragaan, dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 433/KMK.05/2017 tentang Penetapan Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan pada Kementerian Pemuda dan Olahraga Sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

Adapun mengenai organisasi dan tata kerja LPDUK katanya, diatur dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga No 22/2017 Tentang Organisasi dan Tata Kerja LPDUK yang disahkan pada 6 Nopember 2017, dimana lembaga ini menjalankan fungsi sebagai perencana kebutuhan dan pengembangan usaha olahraga, serta pelaksanaan dan pengembangan event dan industri olahraga. (Warso)