Peranan Pemerintah Sangat Didambakan Untuk Mengulang Sukses Juara Umum di SEA Games

0

JAKARTA (Suara Karya) : Menjadi juara umum SEA Games menjadi impian dan keinginan mantan dan pemuka atlet nasional. Upaya memenuhi semua itu diperlukan peranan pemerintah dalam hal ini Menpora, para tekhnokrat olahraga dan tak lupa pihak swasta yang peduli membangun olahraga nasional kembali kejaman kajayaannya.

Hal itu diungkapkan tokoh atlet taewondo Indonesia Alex Harijanto di Jakarta, kemarin. Bahkan pemilik
DAN VII Kukkiwon , 9th DAN Black Belt Taekwondo Jidokwan Korea ini tak patah arang terus menggaungkan harapannya kesemua tokoh cabang olahraga selain taekwondo.

“Merebut kembali juara umum di SEA Games dengan menyajikan prestasi atlet optimal sangat penting sekali. Meski tampil di multi event dua tahunan Asean bukan tolak ukur kemajuan prestasi atlet, namun bisa dijadikan jenjang ditingkat internasional sebelum atlet turun di Asian Games dan Olimpiade,”tegas Alex Harijanto yang akrab dengan panggilan “Master Alex” itu.

Master Alex yang kini menjabat sebagai Ketua Pengprov TI Jateng melanjutkan, upaya memajukan prestasi atlet nasional dibutuhkan pelatih yang tangguh dari luar negeri. Pengprov TI Jateng pernah memilikinya, namun karena gajinya mahal maka kembali lagi ke negara asal.

Kondisi seperti itu tentunya dituntut peranan pemerintah dan para pengusaha yang peduli terhadap kemajuan atlet nasional. Pada era tahun 1980 hingga 1990 an bisa, kenapa sekarang tidak?

Selain ditopang dengan dana pembinaan yang mencukupi, kegigihan atlet dan pelatih sangat berperanan. Berbagai sektor harus bersinergi bila hendak melahirkan atlet
berprestasi dari semua cabang olahraga dalam mengejar tampuk supremasi juara umum di SEA Games.

Master Alex melanjutkan, peningkatan prestasi atlet tidak tertumpu di Jakarta saja. Namun memerlukan pemasalan ke daerah-daerah seperti yang dilakukannya. Master Alex terus mengembangkan teknik taekwondo modern dari Papua, Sumba, dan Bali hingga ke dojang yang berada di pelosok daerah.

Pekerjaan yang cukup melelahkan dan menyita waktu itu dilakukan hanya menginginkan lahir atlet taekwondo nasional yang tangguh. Dengan harapan bisa meraih sukses di SEA Games, Asian Games hingga ke Olimpiade seperti yang pernah dilakukan diera tahun 1992 di Barcelona. (Warso)