Perguruan Tinggi Harus Jadi Poros Akselerasi Pembangunan Daerah!

0

JAKARTA (Suara Karya): Kehadiran perguruan tinggi berkualitas akan menjadi katalisator pembangunan di daerah. Untuk itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, industri dan masyarakat harus diperkuat.

Demikian disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Diktiristek), Kemdikbudristek, Nizam saat bersilaturahmi dengan sivitas akademik Universitas Bangka Belitung (UBB) di kampus tersebut, Jumat (14/1/22).

Nizam menyebut, Ditjen Diktiristek menyiapkan beberapa program untuk itu, antara lain Matching Fund dan Kedaireka.
Kedua program tetsebut untuk mengakselerasi ketersambungan antara perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan di daerah.

Nizam mencontohkan, UBB bisa menggandeng masyarakat, pemerintah daerah, maupun industri untuk bersama-sama melakukan reklamasi berkelanjutan lahan bekas tambang untuk pariwisata, pertanian maupun perikanan.

“ni adalah peluang bagi perguruan tinggi untuk mendanai program-program implementasi Kampus Merdeka,” ucap Nizam.

Nizam menjelaskan, esensi program Kampus Merdeka adalah adanya keterkaitan antara kebutuhan di dunia kerja, industri, dengan hasil-hasil keluaran dari perguruan tinggi. Perguruan tinggi bisa ikut mengakselerasi kebutuhan dunia kerja, industri dan masyarakat.

“Ini yang kita sebut penghiliran dan penghuluan. Menghilirkan luaran perguruan tinggi baik lulusannya maupun hasil-hasil riset dan inovasi. Dan menghulukan kebutuhan dunia kerja, dunia nyata masuk ke ruang-ruang kelas, kurikulum, dan riset dosen,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Nizam, terjadi mata rantai yang saling terhubung antara kampus  dengan dunia nyata dunia kerja. Itulah yang dimaksud dengan konsep Kampus Merdeka.

Pada silaturahim tersebut, Nizam sempat meninjau lapangan, hasil implementasi Kampus Merdeka di UBB yaitu fasilitas penggemukan kepiting bakau, pembesaran kepiting soka, nila, patin yang dilakukan dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi.

Nizam memberi apresiasi kepada rektor dan seluruh sivitas akademik UBB yang melakukan implementasi program Kampus Merdeka secara penuh untuk seluruh mahasiswa semester tujuh. Ke depan, diharapkan implementasi program Kampus Merdeka dapat ditingkatkan, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Rektor UBB Ibrahim menyatakan komitmennya untuk meningkatkan jumlah peserta maupun kualitas implementasi program Kampus Merdeka. Dinyatakan pula kesiapannya untuk memperkuat berbagai kolaborasi dengan pemda, dunia usaha, industri dan masyarakat dalam mengakselerasi pembangunan di Provinsi Bangka Belitung dan sekitarnya.

“UBB siap berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk memperkuat akselerasi pembangunan Bangka Belitung sejajar dengan provinsi lain,” kata Ibrahim menandaskan. (Tri Wahyuni)