Peringati Hardiknas, SIB Gandeng SILN Gelar Webinar Kurikulum Merdeka

0

JAKARTA (Suara Karya): Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2022 dirayakan Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) dengan menggelar webinar bertema Kurikulum Merdeka, pada Rabu (11/5/22).

Pesertanya adalah Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) dari beberapa negara, kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidikan dari 13 Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dan Community Learning Center (CLC) yang ada di Sabah dan Serawak.

Narasumber webinar adalah Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), Anindito Aditomo.

Anindito mengemukakan, implementasi Kurikulum Merdeka bersifar sukarela dan bertahap sesuai kemampuan masing-masing satuan pendidikan. Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) teridentifikasi level 3, yaitu ‘Merdeka Belajar Mandiri Berbagi’.

“Level 3 itu artinya, satuan pendidikan yang teridentifikasi dapat menjadi narasumber potensial dalam webinar yang mengumpulkan sekolah-sekolah lain. Pendekatannya tak berdasar format dan regulasi, tetapi refleksi insitu dalam konteks nyata,” ujarnya.

Terkait Asesmen Nasional (AN), Anindito yang akrab dipanggil Nino itu menegaskan, AN bisa menjadi penilai atas kinerja kepala sekolah dan pemerintah daerah (pemda).

“Jika pemda ingin nilainya bagus, maka ia perlu mengidentifikasi sekolah yang paling butuh bantuan dan memberi bantuan itu,” ucapnya.

Srdangkan platform Merdeka Belajar memberi keleluasaan kepada guru dalam mengajar, belajar dan berkarya.

Anindito menjelaskan latar belakang dirumuskannya Kurikulum Merdeka, Kebijakan Merdeka Belajar, Asesmen Nasional dan Platform Merdeka Belajar. Hal itu merujuk pada data literasi membaca siswa Indonesia.

“Data menunjukkan rendahnya kemampuan literasi dan tidak meratanya kemampuan siswa. Selain adanya kesenjangan antar daerah, dan ketertinggalan anak Indonesia dalam literasi dibanding anak dari negara lain,” ungkap Anindito.

Ia menilai perlu ada sekolah yang mewadahi anak-anak berbakat, meski kemampuan akademisnya kurang, serta sekolah yang aman, inklusif, holistik, dan menyenangkan.

Dalam kesempatan yang sama, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, Achmad Wicaksono menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya webinar.

“Webinar ini sangat penting bagi SILN untuk penerapan Kurikulum Merdeka, karena SILN memiliki karakteristik yang berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya di Indonesia. Untuk itu, bagaimana kita menyikapi kebijakan Kurikulum Merdeka tetsebut,” ucap Achmad.

Hal senada dikemukakan Kepala SIB, Susianto. Ia menyampaikan terima kasih atas kolaborasi dan yang diberikan Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemdikbudristek dan Perwakilan RI di Bangkok.

Para peserta tampak antusias mengikuti webinar, terutama dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas seputar kebijakan Kurikulum Merdeka di SILN. Dibahas pula isu-isu dalam implementasi Kurikulum Merdeka, seperti integritas, penguatan karakter, proyek penguatan profil pelajar Pancasila dan bahan ajar. (Tri Wahyuni)