Peringati Hari Ibu, DWP Ditjen Diktiristek Ajak Perempuan Berdaya

0

JAKARTA (Suara Karya): Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sub Unit Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) mengajak perempuan Indonesia menjadi berdaya dalam membentuk karakter anak dalam rumah.

Seperti dikemukakan Penasehat DWP Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), Franka Makarim, peran dan pengorbanan seorang Ibu akan terus memberi makna bagi generasi mendatang.

“Zaman terus berubah dan teknologi juga berkembang pesat. Namun, peran Ibu tak tergantikan dan selalu bermakna,” kata Franka saat membuka seminar bertajuk ‘Perempuan Berdaya Indonesia Maju’ yang digelar DWP Sub Unit Ditjen Diktiristek, Kamis (23/12/21).

Franka memandang peran Ibu sangat pentinh dalam mewujudkan keluarga tangguh. Selain itu, anak-anak diharapkan tumbuh dengan internalisasi nilai dan semangat Pancasila.

Disebutkan, 6 profil pelajar Pancasila yaitu bertakwa kepada tuhan yang maha esa, agar menjadi anak yang berakhlak mulia. Kedua, mandiri dan bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Ketiga, berkebhinekaan global dengan tetap mempertahankan budaya luhur dam lokalitas, tetapi berpikiran terbuka terhadap budaya lain.

Keempat adalah bergotong royong dengan melakukan kegiatan bersama secara sukarela. Kelima, bernalar kritis, mampu memproses, menganalisis dan mengevaluasi informasi serta menyimpulkan. Keenam, mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat.dan berdampak.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Dirjwn Diktiristek Nizam dalam sambutannya menyampaikan, peran Ibu sangat penting dalam pendidikan di lingkungan keluarga. “Kadang kita lupa, pendidikan yang nomor satu ada dalam keluarga. Dan pendidik nomor satu itu adalah Ibu,” ucap Nizam.

Ia mengajak peserta seminar untuk memperkuat peran perempuan dalam mewujudkan kemajuan bangsa. Perempuan memiliki peran dalam mencetak generasi unggul.

“Dengan memperkuat peran ibu, hal itu sama dengan membangun generasi unggul Indonesia yang dicita-citakan bersama,” kata Nizam.

Ketua DWP Kemdikbudristek Teti Aminudin menambahkan, peran perempuan baik sebagai isteri, maupun ibu sangat mempengaruhi pembentukan karakter anak. Selain itu, Ibu juga punya peran sebagai pendamping suami. Karakter dan watak suami juga sangat dipengaruhi perilaku dan sikap istri.

Teti mengatakan, Dharma Wanita Persatuan hadir sebagai wadah para pegawai perempuan dan istri ASN untuk mengembangkan potensi diri dalam melaksanakan tiga peran sekaligus yaitu pendidik keluarga, pendamping suami, dan anggota masyarakat yang punya tanggung jawab sosial.

Ketua DWP Ditjen Diktiristek Kemdikbudristek Saraswari Nizam optimis ibu Indonesia mampu menjalankan perannya di era revolusi industri 4.0 yang kian menantang.

“Perempuan itu harus cerdas, berilmu, berkepribadian dan berbudi pekerti untuk menjadi pendidik bagi anaknya, istri yang berbakti kepada suaminya, mandiri secara ekonomi untuk diri dan keluarga, bermanfaat bagi sosial kemasyarakatan serta menjaga martabat perempuan Indonesia,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber pendiri Elzatta, Elidawati Ali Oemar dan pakar Neuroparenting Skill Aisah Dahlan. Selain digelar luring, seminar juga diikuti secara daring oleh pengurus dan anggota DWP di perguruan tinggi akademik, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, satuan kerja maupun unit pelaksana teknis di bawah Ditjen Diktiristek, serta DWP di lingkungan Kemdikbudristek. (Tri Wahyuni)