Perkuat Riset Bidang Sospol, UI Diminta Jadi Penggerak Perubahan

0

DEPOK (Suara Karya): Universitas Indonesia (UI) diminta menjadi kampus penggerak perubahan. Hal itu dilakukan dengan cara memperkuat riset dalam bidang sosial politik (sospol).

“Perubahan dunia yang terjadi dengan cepat perlu diantisipasi secara cerdas dan sistematis,” kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat meresmikan gedung “Mochtar Riady Social & Political Research Center” di kampus UI Depok, Kamis (2/5/2019).

Hadir dalam acara itu pendiri Lippo Group Mochtar Riady, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dan Rektor UI, Muhammad Anis.

Menurut Nasir, globalisasi ikut memengaruhi perkembangan bidang studi ilmu sosial dan politik. Ia mencontohkan riset yang berkaitan dengan pembayaran melalui aplikasi telepon genggam.

“Ini terjadi di Tiongkok. Alipay yang dikembangkan Jack Ma mengubah tatanan pasar. Dulu sistem pembayaran selalu melalui uang tunai, lalu menjadi s kartu kredit. Sekarang ini sudah berubah lagi, mereka tidak pakai semua itu. Riset sosial semacam ini perlu kita lakukan,” katanya.

Menristekdikti Mohamad Nasir akan mendukung UI dalam mencapai targetnya sebagai universitas riset terkemuka dunia. “Apalagi kini tersedia fasilitas riset semacam Mochtar Riady Social & Political Research Center ini. Karena riset unggulan itu tak melulu bidang eksakta, tapi bisa juga ilmu sosial politik,” ujarnya.

Nasir berharap pembangunan gedung berlantai 8 itu dapat menjadi modal bagi UI yang kini berada di peringkat 292 jajaran universitas terkemuka dunia untuk “naik kelas”. Peringkatnya terus naik hingga berada di jajaran 200 kampus dunia.

Sebagai informasi, dari sisi peringkat, posisi UI saat ini lebih baik dibandingkan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berada di peringkat ke-390 dunia dan Institut Teknologi Bandung (ITB) berada di posisi ke-340.

Gedung seluas 5.184 meter persegi yang dibangun di lahan seluas 2.300 meter di lingkup Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UI itu merupakan donasi penuh dari Mochtar Riady. Gedung berlantai 8 itu dibangun sejak 2016 berhasil diselesaikan pada Maret 2019.

Saat ini Fisip UI merupakan salah satu fakultas favorit di kampus UI. Minat anak muda untuk menimba ilmu di fakultas itu cukup tinggi. Peminat tak hanya dari Jakarta dan Pulau Jawa, tetapi juga seluruh Tanah Air.

Sejak lama Mochtar Riady menunjukkan kepedulian dan dedikasinya terhadap pendidikan di Tanah Air. Hal itu berawal pada 2002, saat Mochtar terpilih sebagai Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI. Ia mencanangkan 3 program riset unggulan UI yaitu nanotechnology, genome dan ICT (information and communication technologies).

“Namun, riset di bidang lainnya juga pantas dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman,” kata Mochtar Riady yang tetap kelihatan bugar meski usianya sudah memasuki kepala 9.

Ia mengaku senang bisa membantu dunia pendidikan di Tanah Air. Jejaknya itu diharapkqn dapat perhatian dari pengusaha lainnya. “Indonesia akan maju, jika didukung seluruh masyarakat,” kata kakek dari 22 cucu itu menandaskan.

Sementara itu, Rektor UI Muhammad Anis mengemukakan, Mochtar Riady Social and Political Research Center akan berkolaborasi dengan pusat penelitian dari berbagai disiplin ilmu. Kolaborasi itu akan digunakan dalam menganalisis beragam masalah di Indonesia.

“UI belum banyak melakukan penelitian yang multidisiplin dan interdisiplin. Perlu juga meneliti, misalkan, FK (Fakultas Kedokteran) UI dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengevaluasi mengapa banyak petugas yang meninggal. Tak hanya aspek kesehatan, tetapi sosialnya,” kata Anis. (Tri Wahyuni)