Perlu Dukungan Orang Tua Wujudkan Sekolah Ramah Anak

0

BEKASI (Suara Karya): Untuk mewujudkan sekolah ramah anak diperlukan dukungan orang tua agar mengikuti peran guru di sekolah dalam perlakuan terhadap anak.

Herry Pansila Prabowo mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mengungkapkan hal itu dalam deklarasi Sekolah Ramah Anak di SMK N 6 Kota Bekasi, Jumat (3/8).

Dia meminta orang tua ikut berperan karena harus ada keselarasan peran guru di sekolah dan orang tua di rumah dalam mewujudkan sekolah ramah anak yang ingin menciptakan anak berkarakter dan berprilaku ramah.

“Nah, kalau bisa bapak-ibu di sini bisa menciptakan rumah ramah anak agar anak juga betah dan nyaman di rumahnya,” kata Herry Pansila Prabowo.

Dia meminta orang tua memperhatikan pencanangan sekolah ramah anak itu. Jangan sampai di sekolah diperlakuan ramah oleh guru namun di rumah orang tua masih melakukan kekerasan dalam memarahi anak.“Jangan sampai nanti anak ini lebih nyaman di sekolah dari pada di rumah,” tegasnya.

Deklarasi sekolah ramah anak diawali dengan aksi penampilan kreativitas dari siswa dan siswi sekolah tersebut sebagai perwujudan kemampuan anak dalam berkreativitas.

Kepala Sekolah SMKN 6 Dyah Sulistiyaningsih pada kesempatan itu menaytakan, SMKN 6 Kota Bekasi juga membuka sekolah gratis untuk masyarakat tidak mampu dan putus sekolah.

Bagi mereka dipersiapkan jurusan Teknik Komputer dan program sekolah gratis itu sudah berjalan selama dua tahun dengan jumlah murid sebanyak 34 siswa.

“Bagi masyarakat yang tidak mampu silahkan mendaftar sekolah gratis di SMKN 6 Kota Bekasi, dengan syarat mempunyai ijazah SMP/MTs ataupun Paket B dengan usia maksimal 21 tahun,” kata Dyah.

Dia berharap setelah deklarasi guru-guru memperhatikan perlakuan yang ramah terhadap anak. “Kita semua sebagai pendidik harus melayani anak-anak seperti anak sendiri. Jadi kita harus menjadi orangtua anak-anak di sekolah. Jika kita melayani anak dengan baik Insha Allah kita akan dilayani dengan baik oleh anak. Jadikan sekolah dan rumah menjadi tempat ternyaman bagi anak,” kata Dyah. (Indra DH)