Perluas Cakupan, BPJS Kesehatan Bersinergi dengan PT BEI

0

JAKARTA (Suara Karya): Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membangun sinergi dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk perluasan kepesertaan. Pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), hingga akhir April 2019 tercatat ada 265.455 badan usaha bergabung dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Lewat kerja sama ini, kami harap makin banyak badan usaha akan bergabung dalam program JKN,” kata Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari usai penandatanganan kerja sama dengan PT BEI, di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Dari pihak PT BEI, penandatanganan kerja sama dilakukan Direktur Penilaian Perusahaan, I Gede Nyoman Yetna Setia.

Dijelaskan, ruang lingkup kerja sama mencakup sosialisasi kepesertaan program JKN kepada badan usaha yang terdaftar di PT BEI. Selain sosialisasi seputar Initial Public Offering (IPO) dan investasi kepada perusahaan yang sudah terdaftar di BPJS Kesehatan.

“Kami akan beri data potensi calon perusahaan dan calon investor yang terdaftar di BPJS Kesehatan kepada PT BEI. Sebaliknya, PT BEI juga memberi data potensi perluasan kepesertaan badan usaha ke BPJS Kesehatan,” ucap Andayani menegaskan.

Andayani menambahkan, peran badan usaha sangat besar dalam mendukung perputaran roda JKN. Untuk itu, badan usaha diharapkan memberi kontribusi optimal dalam mengawal keberlangsungan program tersebut.

“Badan usaha harus memberi perlindungan jaminan kesehatan kepada seluruh pekerja dan anggota keluarganya. Perlindungan itu jangan baru diberikan setelah pekerja jatuh sakit. Pentingnya tindakan preventif, agar produktivitas perusahaan tetap terjaga,” tuturnya.

Disebutkan, hingga 10 Mei 2019, total peserta JKN mencapai 221.580.743 jiwa, atau 83,94 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Dari angka itu, ada 32.033.542 jiwa terdaftar sebagai peserta JKN dari segmen PPU swasta. Hingga akhir April 2019, tercatat ada 265.455 badan usaha yang bergabung dalam Program JKN.

Ditanya soal target peserta yang akan dapat lewat kerja sama itu, Andayani belum dapat menyebutkan. Karena datanya baru akan dibandingkan dengan data milik PT BEI. “Saya lihat ada 728 perusahaan yang saat ini terdaftar di BEI. Nanti kita tukar informasi, berapa badan usaha yang sudah terdaftar di JKN. Kami akan lakukan sosialisasi untuk badan usaha yang belum bergabung,” ujarnya.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia pada kesempatan yang sama menilai, kerja sama dengan BPJS merupakan aliasi yang strategis. Karena masing-masing pihak mendapat manfaat atas kerja sama tersebut.

“Untuk BPJS Kesehatan, kepesertaan akan bertambah. Bagi PT BEI, kami dapat data badan usaha yang memiliki potensi untuk tercatat di bursa efek indonesia,” kata I Gede Nyoman Yetna menandaskan. (Tri Wahyuni)