Perluasan Pengguna Qris, Bank Indonesia Bidik Mal Mewah di Jakarta

0
Perwakilan Bank Indonesia, Kementerian Perdagangan, Komisi XI DPR, dan Pengelola Pondok Indah Mal, bersama melakukan Kick off S.I.A.P Qris di Pondok Indah Mall 2, Jakarta Selatan, Sabtu (27/8/2022). Penggunaan Qris di Mal mewah ini untuk membidik pengguna pada tingkatan ekonomi menengah dan atas. Foto: suarakarya.co.id/Istimewa.

KBRN, Jakarta: Bank Indonesia terus membidik pusat perbelanjaan/mal di DKI Jakarta, yang masuk segmen menengah dan atas (mewah) untuk mendorong perluasan pengguna pembayaran digital/Quick Response Code Indonesian Standard (Qris).

Setelah berkolaborasi dengan Mal Sarinah di Thamrin, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu, kali ini kolaborasi dilakukan dengan pengelola Pondok Indah Mal, Jakarta Selatan.

“Kami bersama dengan Kementerian Perdagangan, pemerintah daerah, dan pengelola mal di DKI Jakarta terus melakukan kolaborasi untuk perluasan penggunaan Qris,” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti pada acara kick off S.I.A.P Qris di Pondok Indah Mall 2, Jakarta Selatan, Sabtu (27/8/2022).

Menurut Destri, Kementerian Perdagangan dengan Bank Indonesia melalui pencanangan pasar dan pusat perbelanjaan, telah mampu mendukung perkembangan Qris di DKI Jakarta yang jumlahnya mencapai 3,8 juta merchant atau 19% dari pangsa Qris nasional per 12 Agustus 2022,.

Dengan demikian, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta telah berkomitmen memperluas akseptasi transaksi digital melalui pengembangan komunitas di pasar tradisional dan pasar modern, inklusivitas komunikasi kebijakan Bank Indonesia terkait pemberlakuan tarif 0% merchant discount rate pada transaksi usaha mikro hingga akhir Desember 2022.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam sambutannya menyampaikan bahwa Qris sangat membantu pedagang khususnya sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam administrasi pembukuan keuangan secara rapi. Hal ini tentunya juga berdampak pada efisiensi pembuatan laporan keuangan.

Dia juga mengimbau agar toko-toko retail dapat mendukung perluasan implementasi Qris.

Seementara itu, Walikota Jakarta Selatan Munjirin yang hadi dalam acar itu menyatakan dukungannya terhadap akselerasi, akseptasi transaksi digital yang diwujudkan melalui dorongan kepada seluruh merchant di pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta Selatan agar dapat menggunakan Qris.

menurutnya, peningkatan transaksi digital melalui Qris tentunya menjadi game changer dalam akselerasi momentum pemulihan ekonomi Indonesia yang tercatat bulan Juli 2022, volume transaksi Qris mencapai 81,46 juta atau tumbuh 181% (yoy) dengan nominal transaksi mencapai Rp 9,75 triliun atau tumbuh 282% (yoy).

Ekosistem Qris tersebut telah didukung oleh semakin meningkatnya interkoneksi antar penyelenggara yang terdiri dari 81 PJP Qris dan 4 PIP switching dan berdampak pada 20,4 juta merchant telah terhubung dengan Qris.

Kedepan, untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi DKI Jakarta dan nasional, diperlukan inisiatif dalam perluasan cakupan dan akselerasi sistem pembayaran non-tunai termasuk QRIS yang diwujudkan melalui peningkatan akseptasi dan ekspansi pembayaran digital, monitoring dan pendampingan serta pelayanan atas keluhan pelanggan. (Bayu)