Permudah Belajar Bahasa Daerah, BBPB Susun Kamus Pemelajar Bali-Indonesia

0

JAKARTA (Suara Karya): Balai Bahasa Provinsi Bali tengah menyusun kamus pemelajar Bali-Indonesia. Keberadaan kamus itu penting bagi para siswa yang sedang belajar bahasa daerah, agar tidak keliru dalam penulisan ejaannya.

“Kamus ini sangat berguna untuk siswa sekolah dasar (SD) yang baru belajar menulis, supaya bisa memahami bahasa dengan baik dan benar,” kata Kepala BBPB, Toha Machsum dalam siaran pers, Jumat (22/10/21).

Di Bali, lanjut Toha, hingga saat ini belum ada kamus yang dapat digunakan oleh pemelajar sebagai acuan. Lewat kamus, pemelajar dapat memahami bentuk, jenis, dan kekerabatan kata-kata. Kamus juga berfungsi membantu seseorang memahami sebuah wacana dari bahasa daerahnya masing-masing.

Penyusunan kamus pemelajar Bali-Indonesia ini merujuk pada kosakata yang ada dalam buku ajar bahasa Bali tingkat SD, SMP, dan SMA. Kosakata dalam kamus juga dikumpulkan dari cerita anak dan cerpen berbahasa Bali.

“Keberadaan kampus itu diharapkan membantu pemelajaran bahasa, baik ketika ingin memahami ujaran atau teks (aspek reseptif), maupun mengutarakan pikiran ke dalam bentuk ujaran atau tulisan (aspek produktif). Kedua aspek itulah yang menjadi pertimbangan dalam penyusunan kamus,” ujarnya.

Secara umum penyusunan kamus pemelajar Bali-Indonesia dapat dijadikan daftar rujukan yang sekurang-kurangnya menerangkan makna kosakata tersebut. Secara khusus, penyusunan kamus pemelajar Bali-Indonesia bermanfaat untuk membantu pemelajar mengenal kosakata baru, khususnya kosakata bahasa Bali.

“Proses pengumpulan data, kami lakukan sejak Maret hingga Juni 2021 di Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Badung. Setelah itu, tim analis kata melakukan klasifikasi data untuk pendefinisian. Tahap terakhir adalah pelaporan, setelah sebelumnya dilakukan beberapa revisi,” ujarnya.

Toha mengaku tidak menghadapi kendala selama pengumpulan data di lapangan. Apalagi, guru bahasa Bali yang menjadi narasumber dalam proses tersebut sangatlah koperatif.

“Tim BBPB juha berdiskusi dengan guru bahasa di sekolah dasar kristen (SDK) Thomas Aquino di Kabupaten Badung dan SDN 1, Kediri, Kabupaten Tabanan,” ujarnya.

Ia berharap proses revisi bisa selesai dalam waktu dekat. Sehingga kamus itu bisa diterbitkan pada Desember tahun ini. Proses revisi memakan waktu, karena harus mendefinisikan kosakata dalam buku ajar agar sesuai dengan pemahaman anak SD. (Tri Wahyuni)