Perpustakaan Nasional Beri Penghargaan bagi Insan Literasi

0

JAKARTA (Suara Karya): Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI memberi penghargaan kepada insan literasi yang cakap, tangguh dan andal. Berkat tangan mereka, daya jangkau kebermanfaatan perpustakaan dan literasi tersebar hingga ke pelosok negeri.

Penghargaan tertinggi, yaitu Nugra Jasadharma Pustaloka diberikan kepada insan yang mendedikasikan waktu, uang dan tenaganya untuk pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan. Selain juga konsisten menumbuhkembangkan budaya gemar membaca dan literasi di Indonesia.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando menyatakan, peran pemerintah daerah terhadap pengembangan perpustakaan saat ini semakin kuat. Hal itu sejalan dengan amanat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Kontribusi pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan literasi masyarakat Indonesia bisa dilihat dari kebijakannya,” kata Syarif dalam acara ‘Gemilang Perpustakaan Nasional 2021’ yang digelar secara hybrid pada Selasa (14/9/21).

Maka dari itu, lanjut Syarif, Perpusnas wajib merumuskan kebijakan di bidang perpustakaan. Hal itu mengacu pada visi Presiden Joko Widodo tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024.

“Tiga hal yang menentukan majunya suatu negara, yaitu visinya jauh ke depan, strateginya dan eksekusinya. Tanpa visi, tanpa strategi, tanpa eksekusi kita akan terus terbelakang. Sehingga diperlukan pemahaman yang sama tentang literasi,” ucapnya.

Syarif Bando menegaskan, puncak dari tingkatan literasi adalah kemampuan menciptakan barang dan jasa yang bermutu yang dapat digunakan dalam kompetisi global. Dia meyakini pemerintah daerah akan berkontribusi lewat pembuatan kebijakan untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat Indonesia.

Syarif menilai, kegemaran membaca masyarakat Indonesia saat ini mengalami kendala, yaitu keterbatasan bahan bacaan. Hasil penelitian menunjukkan, rasio buku dengan jumlah penduduk masih 1:90. Artinya, satu buku ditunggu 90 penduduk.

Padahal idealnya, Indonesia memerlukan tiga buku baru tiap orang tiap tahunnya, sesuai standar UNESCO. Karena itu, pengadaan koleksi bahan bacaan berbasis lokal konten terus digemakan agar setiap masyarakat di daerah wajib mengetahui asal usul kebudayaan dan kearifan lokalnya.

“Setiap daerah harus memiliki tanggung jawab untuk menulis potensi yang dimiliki daerahnya. Penting sekali bagi kita untuk menumbuhkan buku-buku lokal konten untuk masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar menyatakan, pergelaran Gemilang terasa istimewa karena digelar bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakaan pada 14 September. Diharapkan, upaya itu dapat menggerakkan hal yang tadinya tak terlalu diminati menjadi sangat menyenangkan bagi semua orang.

Bahtiar menegaskan, Kemendagri mendukung penuh penyelengaraan urusan pemerintahan di bidang perpustakaan melalui beragam regulasi dalam 3 tahun terakhir ini. Hal itu dilakukan untuk memastikan pemerintahan daerah memiliki legal standing guna mendukung program perpustakaan dan pengembangan perpustakaan di daerah.

“Dari sisi pengembangan kelembagaan kami dukung, begitupun dari sisi penganggaran dan pedoman penyusunan APBD. Semua dibuat detail, supaya ada kepastian, bisa berbentuk pedoman atau petunjuk yang lebih operasional,” ucapnya.

Alasannya, Perpusnas memiliki kelebihan dibandingkan instansi lain yakni bersifat netral. Perpusnas bisa menjangkau eksekutif, yudikatif, legislatif, baik di level pusat maupun daerah.

Karena itu, Bahtiar mengusulkan agar penghargaan diberikan pula kepada para pihak di bidang yudikatif baik di tingkat pusat maupun daerah, dan juga lembaga legislatif. “Upaya itu perlu dilakukan agar perpustakaan di daerah bisa berkembang lebih luas lagi,” tuturnya.

Selain penerima penghargaan Nugra Jasadharma Pustaloka, Perpusnas juga mengumumkan pemenang sejumlah lomba, yaitu lomba buku terbaik, lomba bertutur, lomba perpustakaan sekolah SMA sederajat, lomba perpustakaan umum desa/kelurahan, kontributor data tertinggi untuk Indonesia OneSearch, serta provinsi dengan nilai Tingkat Gemar Membaca (TGM) tertinggi dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tertinggi di Indonesia 2020.

Hadir dalam acara itu, Duta Baca Indonesia Gol A Gong, motivator Maman Suherman (Kang Maman) dan penyanyi solo Cakra Khan. Secara virtual hadir perwakilan Gubernur, Bupati/Walikota seluruh Indonesia, Ketua dan anggota Komisi X DPR RI, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia dan para pegiat literasi dari seluruh penjuru tanah air.

Berikut nama penerima penghargaan Nugra Jasadharma Pustaloka 2021:
Untuk kategori pejabat publik yaitu, Gubernur Sulawesi Tenggara, H Ali Mazi; Bupati Lampung Barat, H Parosil Mabsus; Bupati Magetan, Suprawoto; Bupati Hulu Sungai Utara, H Abdul Wahid; Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti; Wali Kota Jambi Syarif Fasha; Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, Nurliani.

Untuk kategori tokoh masyarakat, disebutkan, Bunda Literasi Provinsi Jawa Barat, Atalia Prarataya; Bunda Baca Kabupaten Musi Banyuasin, Hj Erini Mutia Yufada; Bunda Baca Kota Tegal, Hj Roro Kusnabilla Erfa Dedi Yon.

Untuk kategori masyarakat, yaitu Yusmalasari dari Kabupaten Lampung Barat (Pegiat Literasi Lamban Baca); Fery Irawan dari Kota Palangka Raya (Pegiat literasi Ransel Buku); Bachtiar Adnan Kusuma dari Makassar (Perintis Rumah Baca Deas dan Perpustakaan Lorong Parangtambung); Sry Eka Handayani dari Kabupaten Agam (Pendiri Rumah Baca Anak Nagari); Sabar daro Kota Salatiga (Pendiri Taman Baca Masyarakat Saung Kelir); dan Aam Siti Aminah dari Bandung (Pendiri dan pengelola Rumah Baca mi Bekasi).

Kategori pelestari naskah kuno diberikan kepada Yayasan Kebudayaan Indera Sakti Pulau Penyegat, Provinsi Kepulauan Riau untuk kategori lembaga dan Andi Ahmad Saransi untuk kategori perorangan.

Ktegori media massa diberikan kepada Suara NTB, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sedangkan kategori Lifetime Achievement diberikan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Tri Wahyuni)