Suara Karya

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Masih Didorong Ekspor, Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi

JAKARTA (Suara Karya): Berdasarkan rilis BPS, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan IV 2022 masih tumbuh tinggi sebesar 4,85% (yoy), meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,93% (yoy). Dengan perkembangan tersebut, untuk keseluruhan tahun 2022 perekonomian DKI Jakarta tumbuh 5,25%, lebih tinggi dari tahun 2021 yang tumbuh 3,56%.

Berlanjutnya perbaikan ekonomi DKI Jakarta pada 2022 didorong oleh pemulihan aktivitas sosial ekonomi masyarakat seiring terkendalinya kasus COVID-19. Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta yang lebih tinggi terutama bersumber dari kinerja konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor.

Sementara itu dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan terutama bersumber dari LU Perdagangan, LU Industri Pengolahan, serta LU Jasa lainnya.
Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga pada tahun 2022 tumbuh sebesar 5,64%, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya 3,54% sehingga memberikan andil sebesar 3,28% terhadap PDRB DKI Jakarta.

Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Musni Hardi H.K mengatakan, pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas masyarakat yang terindikasi dari tingginya mobilitas serta peningkatan impor barang konsumsi. Selanjutnya, investasi tercatat tumbuh sebesar 4,48% meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 1,05% dengan andil sebesar 1,70%.

Kondisi ini kata Musni, sejalan dengan akselerasi sektor konstruksi serta peningkatan belanja modal pemerintah dan impor barang modal. Adapun kinerja ekspor juga tumbuh tinggi yaitu sebesar 12,60% ditopang oleh masih kuatnya permintaan negara mitra dagang khususnya ASEAN dan Timur Tengah, serta kinerja ekspor jasa seiring kenaikan jumlah wisman sehingga memberikan kontribusi sebesar 6,71% terhadap PDRB DKI Jakarta pada tahun 2022.

Di sisi lain, Konsumsi Pemerintah pada tahun 2022 tercatat mengalami kontraksi sebesar 9,41% dan menjadi penahan laju pertumbuhan.
Dari sisi sektoral atau lapangan usaha, perekonomian DKI Jakarta selama tahun 2022 terutama ditopang oleh LU Perdagangan yang tumbuh sebesar 7,78% dengan andil sebesar 1,20% terhadap PDRB DKI Jakarta. Kondisi tersebut sejalan dengan peningkatan konsumsi RT seiring pelonggaran kapasitas pusat perbelanjaan dan toko ritel.

Selanjutnya, pertumbuhan LU Informasi dan Komunikasi terakselerasi sebesar 6,96% dan memberikan andil sebesar 0,92%, dan LU Industri Pengolahan tumbuh sebesar 5,95% dengan andil sebesar 0,69% terhadap PDRB DKI Jakarta. LU Jasa lainnya juga tumbuh tinggi sebesar 15,27%, didorong oleh meningkatnya jasa hiburan dan jasa perawatan pribadi sehingga memberikan kontribusi sebesar 0,56% terhadap pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta.

Disamping itu, beberapa sektor lainnya juga masih mencatat pertumbuhan positif seperti LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (9,31%) seiring dengan peningkatan aktivitas pariwisata, penyelenggaraan event musik dan olahraga, serta penyelenggaraan MICE berskala nasional dan internasional, serta LU Transportasi dan Pergudangan (7,19%) seiring dengan meningkatnya kinerja bongkar muat, meningkatnya kinerja angkutan darat, laut, dan udara, serta peningkatan aktivitas transaksi perdagangan digital melalui e-commerce.

Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta akan terus memonitor berbagai perkembangan perekonomian baik di tingkat daerah, nasional, maupun global. Selain itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendorong momentum akselerasi pemulihan ekonomi DKI Jakarta di berbagai sektor guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Pram)

Related posts