Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Masih Ditopang Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi

0
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Onny Widjanarko, didampingi Deputi Kepala BI Perwakilan DKI Jakarta Endang Kurnia Saputra, saat melakukan peninjauan barang kebutuhan pokok di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Rabu (25/5/2022). (Foto: suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Perekonomian DKI Jakarta terus menunjukkan perbaikan, hal ini sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat dengan adanya program percepatan vaksinasi dan program penanganan COVID-19. Terlihat dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi Jakarta yang lebih tinggi terutama bersumber dari konsumsi rumah tangga dan investasi.

Sementara itu dari sisi lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi Jakarta terutama bersumber dari LU industri pengolahan, LU perdagangan, serta LU informasi dan komunikasi.

Demikian diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan DKI Jakarta Onny Widjanarko, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Menurut Onny, dari sisi permintaan, kinerja konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2022 tumbuh sebesar 4,20% (yoy), dengan andil 2,45% terhadap PDRB DKI Jakarta. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat seiring dengan pelonggaran level PPKM pada akhir triwulan I 2022 dan akselerasi vaksinasi terutama untuk anak-anak dan booster.

“Meningkatnya aktivitas konsumsi juga tercermin dari peningkatan impor barang konsumsi, penjualan kendaraan bermotor, serta konsumsi listrik rumah tangga. Selanjutnya, investasi tercatat tumbuh sebesar 4,94% (yoy) dengan andil 1,86% seiring dengan peningkatan impor barang modal dan juga kegiatan konstruksi,” kata Onny.

Meskipun demikian, Konsumsi Pemerintah mengalami kontraksi cukup dalam sebesar 15,52% (yoy) sejalan dengan menurunnya belanja barang dan bansos sehingga menjadi penahan laju pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan I 2022.

Dari sisi sektoral atau lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan I 2022 terutama ditopang oleh kinerja Industri Pengolahan yang tumbuh sebesar 9,61% (yoy) dengan andil 1,10% terhadap PDRB DKI Jakarta. Selanjutnya, LU Perdagangan tumbuh sebesar 6,93% (yoy) dengan andil sebesar 1,07% sejalan dengan peningkatan konsumsi RT seiring dilonggarkannya kapasitas pusat perbelanjaan dan toko ritel.

LU Informasi dan Komunikasi juga tumbuh positif sebesar 6,14% (yoy) dengan andil sebesar 0,80% seiring dengan masih dilaksanakannya sekolah online sejalan dengan adanya PTM terbatas berdasarkan level PPKM serta meningkatnya kegiatan ekonomi berbasis digital.

Di samping itu, beberapa sektor lainnya juga masih mencatatkan pertumbuhan yang positif seperti LU penyediaan akomodasi dan makan minum (6,15%, yoy), LU transportasi dan pergudangan (3,45%, yoy) serta LU konstruksi (0,75%, yoy).

Memasuki triwulan II 2022 lanjut Onny, banyak event yang mendorong perekonomian Jakarta untuk tumbuh, tak ada alasan untuk tak tumbuh. Jadi itu nanti akan muncul transaksi-transaksi baru yang bukan normal lagi karena banyak event.

“Ada HUT Jakarta, Furmula E, Java Jazz, BI Kreatif Festival, peresmian Sarinah, dan masih banyak kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan hingga akhir 2022. Jadi saya kira triwulan kedua mestinya pertumbuhannya di atas 4,6,” katanya.

Onny mengungkapkan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) ekonomi DKI Jakarta pada triwulan I 2022 tumbuh sebesar 4,63% (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 3,64% (yoy). (Bayu)