Pertumbuhan Industri Nasional Diprediksi Stabil 

0
Pekerja menyelesaikan tahapan proses untuk kopi siap ekspor di Pabrik Koperasi Baburrayan Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (10/4). (Antara Foto)

JAKARTA (Suara Karya): Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Muhammad Faisal memprediksi bahwa sektor industri tidak akan banyak mengalami perubahan di tahun 2019 bahkan cenderung stabil. Pertumbuhan industri diprediksi tidak akan lebih dari 11 persen.

“Saya lupa hitung-hitungannya, tapi yang jelas, saya kira tidak akan sampai 11 persen ya. Kalau total tahun 2019,” katanya di Jakarta, Selasa (1/1/2018).

Pertumbuhan industri retail, lanjut Faisal akan didukung oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga pada tahun 2019 pun diprediksi akan melanjutkan kinerja tahun 2018 yang berada di atas 5 persen.

“Sisi konsumsi rumah tangga, konsumsi masyarakat relatif stabil saya pikir, sampai tahun depan. Kalau sepanjang konsumsi itu stabil, semestinya ritel tidak terlalu banyak berubah dari sisi kinerjanya. Mungkin tidak ada kenaikan, at least dia stabil, tidak akan ada juga penurunan yang signifikan,” jelas Faisal.

Selain itu, tentu masih akan terjadi pergeseran jenis bisnis dan perubahan di dalam bisnis ritel sendiri akibat perubahan pola konsumsi masyarakat dari konvensional ke online. Namun hal tersebut tidak akan mengganggu kinerja ritel secara keseluruhan.

“Tapi mungkin ada juga pergeseran. Ada sebagian ritel yang kemudian ada yang kurang bisa berkompetisi, karena juga pergeseran pola konsumsi ke online. Paling ada pergeseran seperti itu saja. Tapi secara keseluruhan konsumsi itu stabil, semestinya retail tidak terlalu banyak berubah di tahun depan,” tandasnya. (Andara Yuni)