Petinggi Organisasi PKDP dan IKM DKI Bungkam Diminta Warga Bantuan

0
Penasehat PKDP Cakung, Jaktim Pinan Chaniago memperlihatkan daftar orang yang membutuhkan bansos di wilayah tersebut. (Suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Sejumlah Petinggi organisasi kedaerahan asal Sumatera Barat tidak memberikan respons alias bungkam diminta bantuan sosial terkait keluhan kesulitan hidup ratusan Kepala Keluarga (KK) yang notabene anggota kedua organisasi daerah tersebut khususnya di daerah Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Dihubungi terpisah Ketua Umum DPP PKDP (Persatuan Keluarga Daerah Piaman) yang juga mantan anggota DPR RI tiga periode H Refrizal dan Ketua DPW Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) DKI Jakarta yang juga Wakil Walikota Jakarta Pusat Irwandi tidak merespon keluhan warga yang menyatakan kesulitan hidup yang amat sangat, terkait situasi saat ini tidak bisa berusaha dan bepergian. Situasi ibukota dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat mereka terhempas dari usaha yang biasa dijalankan untuk menopang hidup keluarga mereka di ibukota.

“Kami di sini benar-benar kesulitan, lebih parah dari krisis 1998 karena waktu itu kami masih tetap bisa berusaha walaupun kami dihadapkan pada sulitnya bahan baku untuk produk kami. Sekarang tidak seorang pun bisa berusaha padahal usaha kami sangat memerlukan pergerakan dan mobilitas untuk memasarkan produk kami,” kata penasehat DPC PKDP Cakung Pinan Chaniago di warung miliknya yang menjadi lokasi berkumpul mereka di Penggilingan, Kawasan Kantor Walikota Jakarta Timur, Rabu sore (29/4/2020) ini.

Pinan bersama sejumlah pengurus organisasi PKDP daerah itu, mengungkapkan bahwa keadaan keluarga-keluarga dari anggota organisasi tersebut sangat kesulitan untuk mendapatkan bahan makanan. Mereka itu mendesak untuk dibantu.

“Coba bayangkan, ternyata ada yang hanya makan sekali dua hari karena mereka tidak punya penghasilan lagi. Kalau bisa keluar berkemungkinan mereka pulang kampung tetapi ‘kan tidak bisa. Kita tengah berada di daerah PSBB dan daerah tujuan pun (Sumbar) juga melaksanakan PSBB,” ujarnya.

Akunya, dari pihak pemerintah setempat tidak seorang pun yang mendapatkan paket bantuan yang dikatakannya berisi senilai Rp 100 ribu. Atas inisiatif mereka, beberapa orang anggota paguyuban yang masih bisa berusaha memberikan bantuan berupa beras dan mie instan.

“Sejak kami bergerak menghubungi beberapa orang akhirnya terkumpul sejumlah beras dan mie instan. Bantuan itu langsung kami antar ke rumah-rumah keluarga yang tengah menghadapi kesusahan itu, tetapi jauh dari cukup karena ada ratusan KK yang butuh bantuan serupa,” kata dia.

Pinan bersama sejumlah pengurus organisasi setingkat lokal Cakung membuat daftar keluarga yang membutuhkan bantuan darurat. Akunya, lebih dari 300 KK yang perlu segera dibantu dari sisi konsumsi.

Ketua Umum DPP PKDP H Refrizal yang sebelumnya dihubungi berkilah bahwa bantuan disalurkan lewat bidang sosial di organisasi yang dipimpinnya. Dia meminta agar menghubungi ketua bidang sosial organisasi tersebut.

Ditanya bagaimana kalau diberikan bantuan secara pribadi sebagaimana beberapa orang di daerah tersebut melakukan? “Tidak bisa seperti itu, bantuan lewat yang membidanginya, hubungai bidang sosial. Bulan lalu mereka sudah membuat daftar untuk sumbangan,” ujarnya.

Ketua Bidang Sosial DPP PKDP M Jon yang dihubungi melalui pesan media sosial whatsapp menyatakan bersyukur bahwa ketua umum organisasi tersebut dihubungi. “Tapi, saya menyayangkan jawaban beliau melempar begitu saja persoalan kepada bidang sosial,” ujar M Jon.

Bahkan Jon menyampaikan keluhan atas tugasnya di organisasi yang menyatakan sudah mengumpulkan dana dari para pengurus organisasi sejak dari pusat hingga daerah tetapi malahan menghadapi kendala.

“Bulan lalu saya sebagai ketua bidang sosial sudah membuat list WA untuk penggalangan dana sosial, pada saat saya bertanya nomor rekening PKDP, sampai kini rekening tersebut belum juga ada,” jelas Jon.

Melalui grup WA organisasi itu, salah seorang pengurus sayap PKDP Jayanis mengaku terlibat langsung mencari donatur menyatakan sudah menyalurkan bantuan sebanyak 15 ton beras, minyak goreng, mis instan, dan teh terhadap 1.350 KK terdiri atas 6 ribu jiwa di Jabodetabek dari paguyuban asal Sumbar yakni Mandai, Limkos dan Iktob.

“Tersalurkan beras 15 ton, minyak goreng satu ton, mie instan dan teh. Saya terlibat langsung mencari donatur,” ucap dia di grup tersebut.

Fuad S Bakrie, mantan bendahara DPP PKDP menyatakan prihatin atas kondisi anggota PKDP dan IKM di wilayah sekitar Perkampungan Industri Kecil (PIK) Penggilingan Cakung tersebut. ia menjanjikan akan menguhubungi beberapa orang tokoh untuk memberikan bantuan.

“Saya sudah pensiuan, tetapi melalui anak dan beberapa orang yang akan saya hubungi, akan saya berikan bantuan,” ucapnya.

Ketua DPD IKM DKI Jakarta Irwandi yang dihubungi melalui pesan media sosial WA tidak merespon sama sekali. Pesan di media sosial dia baca tetapi tidak memberikan jawaban. Malahan foto pengurus yang tengah membuat daftar warga (anggota) yang harus dibantu dihapusnya dari WA.

Bantuan IKM DKI, kata Pinan ada. Dia mengatakan bahwa pengurus IKM di Penggilingan menerima paket bantuan tetapi syaratnya menyerahkan foto kopi KTP. “Terkumpul 140 foto kopi KTP tetapi paket bantuan hanya ada 50 paket, sehingga pengurus bingung membagikan takut dituduh warga tidak membagikan seluruh bantuan,” ujarnya. (Indra)