Petrus Kampanyekan Membangun Masyarakat Teluk Bintuni Lewat Sentuhan Agama

0

JAKARTA (Suara Karya): Kampanye Pilkada Teluk Bintuni telah resmi dimulai sejak4/10/2020. Pada setiap kesempatan baik dalam orasi maupun sambutannya, Ir Petrus Kasihiw, MT dan Matret Kokop, SH sebagai pasangan petahana menyisipkan pesan-pesan perihal pentingnya membangun masyarakat Teluk Bintuni yang seutuhnya, yakni melalui agama.

Membangun dengan pendekatan melalui menumbuhkankesadaran akan nilai-nilai keagamaan ini, menurut Piet salah satunya adalah dengan adanya bantuan-bantuan keagamaan yang bisa memberikan nilai lebih kepada masyarakat.

Kenapa ada dana keagamaan kita dorong. Karena begini, karena manusia itu hidup itu, makan beraktivitas yang lain tapinanti kan mati. Mati  masuk apa? Ya antara dua, surga atauneraka to? Yang kelakuan baik rajin sembahyang rajin sholat, yabikin kelakuan baik, masuk surga,” ujar Piet (panggilan akrab IrPetrus Kasihiw, MT – red) pada sambutan yang diberikan di Posko Jin Madag Hom, Distrik Tuhiba, Teluk Bintuni, Kamis (8/10/2020).

Piet menekankan pentingnya pemimpin memperhatikan masalahkeagamaan ini untuk membangun moral masyarakat yang baik. Tak hanya itu saja, namun pemimpin yang baik menurut Piet harus menunjukkan juga dalam kesehariannya agar bisadijadikan panutan oleh masyarakat.

“Jadi jangan yang diomongkan lain, tapi yang dilakukan lain. Dia bicara ini di depan masyarakat, tapi nanti pulang ke rumahdia lakukan lain. Ini jangan,” lanjut Piet.

Hal ini sering ditunjukkan oleh pasangan yang dikenal denganPMK2 ini (Petrus-Matret Kokop). Piet pada setiap kesempatanselalu menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat-tempatibadah yang sedang dibangun. Sedangkan Matret Kokop pada setiap kesempatan selalu menyempatkan diri untuk melakukansholat lima waktu.

Piet mengingatkan masyarakat bahwa membangun TelukBintuni itu harus secara keseluruhan, pembangunan infrastrukturmemang penting, sama pentingnya dengan membangun fasilitas-fasilitas keagamaan yang ada di Teluk Bintuni, agar Negeri SisarMatiti sebagai Miniatur NKRI bisa terpenuhi.

“Jadi kitong ini mo bangun manusia, manusia Indonesia seutuhnya, manusia Teluk Bintuni seutuhnya, yaitu manusiayang sejahtera di dunia, selamat di akhirat. Karena itu kita tidakbangun dunia saja. Bangun gereja. Bangun Masjid, bangunMusholla, bangun yang lain. Supaya lengkap,” pungkas Piet. (Pramuji)