PGRI DKI Jakarta Sampaikan Sikap Guru Konsisten Dukung Palestina

0
Ketua Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI DKI Jakarta , Sumardiansyah Perdana Kusuma saat membacakan resolusi di Gedung Guru Jakarta. (suarakarya.co.id/istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Persatuan Guru Republik Indonedia (PGRI) DKI Jakarta menyampaikan sikap guru yang konsisten mendukung Palestina. Sebagai bagian dari rakyat Indonesia dan sesuai anggaran dasarnya, sudah menjadi keharusan atau panggilan moral bagi PGRI untuk memberikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina lepas dari cengkeraman Yahudi.

“Dukungan bangsa Indonesia, khususnya PGRI terhadap Palestina adalah sebuah keharusan yang selaras dengan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, dan ketentuan dalam Anggaran Dasar PGRI itu sendiri,” ungkap Ketua Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI DKI Jakarta Sumardiansyah Perdana Kusuma di Gedung Guru Jakarta, baru-baru ini.

Dia mengingatkan guru jangan mudah termakan isu atau berita yang tidak bertanggung jawab yang banyak beredar di media sosial.

Hal itu, kata Sumardiansyah mengingat maraknya perdebatan di media sosial, ditambah munculnya pernyataan kontroversi salah satu Ketua PB PGRI yang membawa diksi sekolah didirikan bukan untuk membela Palestina. Terakhir, adanya kasus Guru SD di Jakarta menyebarkan hoaks Israel-China mendorong APKS PGRI DKI Jakarta mengeluarkan resolusi tentang sikap guru dalam hubungan Israel, Palestina dan Indonesia.

“Jangan sampai guru termakan berita hoax yang kebanyakan bersumber dari media sosial dan cenderung memecah belah kita sebagai bangsa,” tegasnya.

Berbicara saat menyampaikan resolusi yang berisikan pesan agar para guru senantiasa meningkatkan kompetensinya dan peka terhadap isu-isu kontekstual di Gedung Guru Jakarta, Sumardiansyah yang didampingi Ketua PGRI DKI Jakarta Adi Dasmin mengatakan, guru harus mampu menyikapi isu-isu yang berkembang secara dialogis, konstruktif, dan akademis. Jangan mudah terbius oleh hoax atau berita-berita yang tidak jelas kebenarannya yang banyak beredar di media sosial.

Sumardiansyah yang juga merupakan guru sejarah di SMAN 13 Jakarta menyatakan, melihat persoalan Israel dan Palestina harus secara menyeluruh, objektif, dan komprehensif dalam upaya membangun jembatan perdamaian serta menjaga nilai-nilai luhur yang bersandar pada kemanusiaan.

Guru harus tampil sebagai agen perdamaian yang selalu berpihak atas nama kemanusiaan.

“Sejarah memberikan pelajaran betapa Indonesia konsisten dan nyata mendukung perjuangan rakyat Palestina sejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sampai pernyataan terbaru Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi yang mengecam Israel di Sidang Majelis Umum PBB 20 Mei 2021,” beber Sumardiansyah.

Dari sisi Palestina, ucapnya pernyataan Mufti Besar Syaikh Muhammad Amin Al Husaini melalui siaran radio di Berlin 6 September 1944 memberikan fakta Palestina adalah diantara pihak pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia. (dra)