PGRI Minta Rekruitmen Guru jalur PPPK Lebih Berkeadilan

0

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi meminta pada pemerintah agar proses rekrutmen guru jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lebih berkeadilan.

“Pemerintah harus mempertimbangkan pengabdian dan dedikasi guru honorer yang selama ini melaksanakan tugas pembelajaran dan pelayanan pendidikan dalam situasi darurat kekurangan guru,” kata Unifah dalam Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional 2021, di Jakarta, Sabtu (27/11/21).

Unifah menyebut lima pesan guru lainnya, yaitu pengurusan pangkat bagi guru tidak dipersulit, deregulasi penyelenggaraan pendidikan, sertifikasi guru dalam jabatan disesuaikan dengan UU Guru dan Dosen, tak ada penghentian sepihak TPG (Tunjangan Profesi Guru), kenaikan pangkat bagi guru tidak dipersulit, dan pelatihan yang simultan bagi setiap guru agar mutu pendidikan semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Unifah mengatakan, tema peringatan HUT ke-76 PGRI dan HGN tahun 2021 adalah “Bangkit Guruku, Maju Negeriku: Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”.

Menurut Unifah, tema ini mengandung makna bahwa peran guru, dosen, pendidik dan tenaga kependidikan sangat strategis dalam peningkatan mutu pendidikan.

PGRI memandang pandemi covid memberi makna positif atau sebagai turning point (titik balik) bagi PGRI dengan menjadikan disrupsi teknologi ini sebagai kekuatan untuk mengubah arah dan strategi perjuangan organisasi dalam meningkatkan martabat dan maruah anggota dan organisasi.

“Pandemi melahirkan kegairah baru guru untuk saling belajar,” ucapnya.

Ditambahkan, PGRI selama ini telah memfasilitasi jutaan guru terkoneksi untuk saling belajar dan membelajarkan dalam berbagai kegiatan webinar, workshop sepanjang hari, sepanjang tahun dilakukan secara luas, baik di provinsi, kabupaten/kota hingga cabang ranting. Bahkan ketika akan menghadapi ujian PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

Bahkan, inovasi teknologi pembelajaran, telah menjadi bagian dari perbincangan sehari-hari, memperkuat soliditas dan solidaritas, memperjuangakan harkat dan muruah PGRI dengan beragam media yang lebih menarik dan beragam.

PGRI telah memelopori lahirnya guru era baru di mana belajar dan pelatihan tidak hanya dimonopoli oleh mereka yang ada di perkotaan, tetapi juga akses bagi semua.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden, Jokowi yang tak pernah lelah mendengar suara hati kami, mengerti kebutuhan kami dan harapan kami, terutama dalam upaya penyelesaian berbagai persoalan guru, honorer, dan guru 3 T negeri swasta, termasuk menjadikan guru, dosen, mahasiswa, pelajar untuk diprioritaskan dalam vaksin covid,” ucapnya.

Menurut Unifah, pembelajaran tidak akan kembali seperti semula. Ia mengajak para guru, pendidik dan tenaga kependidikan untuk menyiapkan diri dengan model pembelajaran baru yakni bauran antara daring dan luring.

“Keterbukaan mindset kawan-kawan, dengan terus melakukan inovasi sangat dibutuhkan. Kami mohon juga pemerintah dan pemerintah daerah menyiapkan era baru ini dengan aturan yang jelas, sosialisasi, dan kordinasi dengan berbagai pihak terutama dengan Pemda,” ucap Unifah menandaskan. (Tri Wahyuni)