PKM Berikan Pengetahuan Fisiologi Olahraga pada Pelatih di DKI Jakarta

0

JAKARTA (Suara Karya) : Berbagai manfaat yang diperoleh pelatih cabang olahraga dalam mempelajari ilmu fisiologi olahraga. Hal itu yang membuat penulis melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan mengambil tema “Pelatihan Materi Fisiologi Olahraga pada Pelatih Cabang Olahraga DKI Jakarta”

“Mempelajari ilmu fisiologi olahraga salah satu materi wajib yang diberikan pada suatu pelatihan cabang olahraga. Semua itu karena dinilai sebagai salah satu materi dasar yang perlu dipahami dan diaplikasikan pelatih dalam melaksanakan tugas saat melatih para atletnya di cabang masing – masing, “tegas Eko Juli Fitrianto, M.Kes., AIFO, Dosen FIK UNJ/Bidang Fisiologi Olahraga di Jakarta, kemarin.

Kegiatan PKM di DKI Jakarta yang dilaksanakan 30-31 Oktober 2021, Selain materi fisiologi olahraga, pada kegiatan pelatihan disampaikan pula materi pendamping terkait dengan adaptasi fisiologis. Seperti halnya strength & conditioning, psikologi kepelatihan, psikologi olahraga dan evaluasi hasil latihan.

Total 450 menit durasi jam pelajaran yang diberikan pada pelatihan. Selain materi utama mengenai aplikasi Fisologi Olahraga, terdapat empat materi pendamping dengan narasumber sebagai berikut:

Materi Karakteristik Psikologis atlet Usia Muda (U-16) diberikan oleh
Dr. Iman Sulaiman, M.Pd (Dosen FIK UNJ/Bidang Psikologi Kepelatihan).
Materi Karakteristik Fisiologis atlet Usia Muda (U-16) diterangkan oleh Eko Juli Fitrianto, M.Kes., AIFO sendiri sebagai Dosen FIK UNJ/Bidang Fisiologi Olahraga.

Berikutnya materi ke 3 yang meliputi Tes dan Pengukuran Komponen fisik Atlet Usia Muda (U-16) diberikan oleh Nurfitrianto, M.Pd (Dosen FIK UNJ/Bidang Tes dan Pengukuran). Materi upaya Peningkatan Kondisi Fisik Atlet Muda (U-16) diterangkan Drs. Ruspin Gultom (Praktisi/Bidang Kepelatihan Fisik). Materi ke 5  yang menerangkan Periodisasi Latihan Atlet Usia Muda (U-16) diberikan oleh Drs. Edy Syuganda (Praktisi/Bidang Kepelatihan Fisik).

Eko menjelaskan, kegiatan PKM memiliki beberapa manfaat yang diperoleh oleh pelatih cabang olahraga dalam mempelajari ilmu fisiologi olahraga. Dengan mempelajari ilmu fisiologi olahraga, pelatih dapat memahami bagaimana adaptasi tubuh atlet terhadap beban latihan yang diberikan.

Toleransi Beban

Semua itu berhubungan dengan toleransi beban latihan atlet dan adanya tahapan dalam pemberian beban latihan kepada atlet. Selain itu manfaat mempelajari fisiologi olahraga bagi pelatih adalah memberikan pemahaman mengenai pengaturan beban latihan dengan memperhatikan usia perkembangan khususnya pada atlet muda (U-16).

Berdasarkan beberapa keterangan diatas katanya, penulis tertarik untuk melaksanakan PKM yang bermanfaat dan diperoleh oleh pelatih cabang olahraga dalam mempelajari ilmu fisiologi olahraga. Dengan mempelajari ilmu fisiologi olahraga, pelatih dapat memahami bagaimana adaptasi tubuh atlet terhadap beban latihan yang diberikan.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM pelatih cabang olahraga yang tergabung di Pengcab dan Pengprov DKI Jakarta khususnya dalam penyusunan program latihan atlet muda (U-16).

Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan terkait implementasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Olahraga (IPTEKOR) dalam hal ini materi fisiologi olahraga pada pelatih cabang olahraga DKI Jakarta yang dapat digunakan untuk mengetahui parameter fisiologis atlet dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan praktis yang dapat digunakan oleh pelatih dalam meningkatkan kemampuan atlet muda.

Strategi penyelesaian masalah yang dilakukan adalah dengan melakukan pemberian pengetahuan secara teori dan praktek, dengan menggunakan metode pembelajaran learning by doing. Sehingga diharapkan para peserta akan mampu secara lebih optimal dapat mencapai tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dan peserta mampu menyerap materi yang diberikan dengan praktek kasus secara langsung.

Mekanisme dan desain pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat seperti itu pertama merancang dan mempersiapkan kegiatan yang akan dilaksanakan dengan melibatkan organisasi bola basket UNJ (OBB)

Mempersiapkan bahan dan materi yang akan diberikan kepada para peserta dengan melakukan studi pustaka dari literatur yang relevan.

Peserta diharapkan mendapatkan informasi H-30 hari sebelum pelaksanaan kegiatan dan mendaftarkan diri minimal H-5 penyelenggaraan kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan akan dilakukan dengan pertemuan yang dilaksanakan secara luring bertampat di GOR UNJ pada bulan Oktober 2022.

Strategi penyelesaian masalah yang dilakukan adalah dengan memberian pengetahuan secara teori dan praktek, dengan menggunakan metode pembelajaran learning by doing. Sehingga diharapkan para peserta akan mampu secara lebih optimal dapat mencapai tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dan peserta mampu menyerap materi yang diberikan dengan praktek kasus secara langsung.

Berdasarkan hal diatas, sebagai upaya dalam meningkatkan kompetensi pelatih fisik melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, pelatih akan diberikan pengetahuan secara teori berupa materi penunjang dalam bidang peningkatan kondisi fisik atlet, meliputi pengetahuan tentang
manfaat pengetahuan materi fisiologi olahraga pada pembinaan atlet muda,
efek latihan terhadap homeostasis, kompensasi dan superkompensasi.

Begitu juga pola perkembangan tubuh manusia dan hubungannya dengan program pembinaaan atlet usia muda
jenis usia; usia kronologis, usia tulang, usia biologis dan usia relativ.

Adapun percepatan pertumbuhan (Peak Height Velocity) pada atlet muda
indentifikasi dan monitoring pencapian usia kematangan.

Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui pertemuan yang dilakukan secara luring tatap muka durasi pertemuan total 10 jam pelajaran. Dalam rangka memperkaya kompetensi peserta pada aplikasi fisiologi olahraga, pada kegiatan ini juga dihadirkan narasumber terkait dengan penyusunan program latihan atlet usia muda (U-16).

Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pengamatan mengenai jumlah peserta yang terlibat dan kesungguhan serta partisipasi peserta selama proses kegiatan. Selain itu evaluasi juga dilaksanakan dengan melakukan penilaian terhadap pemahaman peserta tentang materi aplikasi dan penerapan fisiologi olahraga pada penyusunan program latihan khususnya pada pembinaan atlet atlet usia muda (U-16).

Berdasarkan materi teori dan praktek yang diberikan, diharapkan target luaran dari kegiatan pelatihan materi Fisiologi Olahraga pada pelatih cabang Olahraga DKI Jakarta ini adalah peningkatan pengetahuan pelatih dalam hal pengetahuan tentang manfaat pengetahuan materi fisiologi olahraga pada pembinaan atlet muda.

Begitu juga Pengetahuan tentang efek latihan terhadap homeostasis, kompensasi dan superkompensasi.
Pengetahuan mengenai pola perkembangan tubuh manusia dan hubungannya dengan program pembinaaan atlet usia muda

Pengetahuan mengenai jenis usia; usia kronologis, usia tulang, usia biologis dan usia relativ.Pengetahuan mengenai percepatan pertumbuhan (Peak Height Velocity) pada atlet muda dan Pengetahuan mengenai identifikasi dan monitoring pencapian usia kematangan.

Eko mengakui, kendala yang dijumpai selama proses kegiatan karena minimnya peserta yang hadir mengikuti kegitan PKM. Beberapa hal yang menyebabkan hal ini terjadi dikarenakan Pada kegiatan ini, kendala yang dihadapi berupa hambatan non teknis seperti minimnya waktu promosi kegitan yang menyebabkan kurangnya peserta yang bergabung pada kegiatan PKM ini.

Selain itu persyaratan peserta yang mengharuskan menyertakan surat rekommendasi dari klub maupun lembaga tidak dapat disanggupi. Hal yang menyebabkan dari target 30 orang terdapat 18 orang (60%) yang memenuhi persyaratan menjadi peserta.  (Warso)