Helena Evelin Limbong
PKM Pelatihan Ansambel Musik UNJ Diikuti 22 Siswa SMKN 2 Cibinong

0

JAKARTA (Suara Karya) : Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Musik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam bentuk pelatihan Ansambel Musik, diikuti 22 siswa, di Aula SMKN 2 Cibinong.

Pelaksanaan Ansambel Musik dihadiri Kepala Kompetensi Seni Musik Klasik: Pipit Nurwidyati.,S.Pd.Mus. “Begitu juga pada pembukaan pelatihan bidang kurikulum: Sulistyorini.,S.Pd dan selama pelatihan ansambel didampingi dua guru, yaitu : Farih Ibnu Iskandar.,S.Pd dan Rizqi Amanda Gustia Wijaya.,S.Pd, “Jelas Ketua Tim PKM, Helena Evelin Limbong di Jakarta, kemarin.

Helena mengatakan, selama PKM memberikan pengajaran dan pelatihan pada bidang ilmu seni musik. Metode pelatihan dengan menggunakan model pembelajaran; orientasi visual, dan model pembelajaran orientasi aural.

Melalui kegiatan ini katanya, memberikan ruang aktifitas bermusik dan pengalaman kepada mereka untuk bermain musik. Juga merespon atau menanggapi secara fisik irama dan warna suara yang berbeda, ekspresi kreatif, permainan instrumen, dan simbol-simbol musik.

Pelatihan ini menurut Helena, diharapkan dapat meningkatkan kualitas peserta: 1) pengetahuan musik; baik secara kognitif maupun keterampilan dalam bermain instrumen. 2) Kepekaan dan kecerdasan musikal.

Bahan materi dalam pelatihan ansambel menurutnya, menggunakan karya musik berjudul ‘Adaptasi’ yang merupakan hasil komposisi yang dikerjakan pada tahun 2021. Komposisi merupakan bentuk ekspresi ditengah kondisi dimasa pandemik covid 19 yang mencoba mengungkapkan gambaran ekspresi keadaan pada masa pandemik. Adaptasi memiliki makna sebagai penyesuaian atau penyelarasan antara diri dengan lingkungan.

“Dalam proses pelatihan ansambel ini diharapkan mampu meningkatkan beberapa aspek seperti yang dikatakan oleh Swanwick (1994:), ” tegasnya.

Dengan proses pembelajaran musik dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor. Dengan begitu, kegiatan ansambel tidak hanya sekedar memusatkan pada pengalaman atau mengakuisisi keterampilan dan fakta (pemahaman saja), tetapi juga ada hubungannya dengan mengembangkan pemahaman, keluasan wawasan, dan kualitas pemikiran.

Adapun dalam bermain musik paparnya, baik secara individu maupun ansambel perlu memperhatikan lima elemen dasar yaitu: nada (tone), intonasi (intonation), frasering (phrasering), ketepatan (precision), dan gaya (style).

Pada elemen nada (tone): bunyi nada yang diproduksi dalam memainkan instrumen musik maupun vokal. Dalam permainan ansambel musik, masing-masing individu dituntut untuk mampu menghasilkan nada dengan baik, namun bermain dalam kelompok ansambel diperlukan kemampuan atau kepekaan dalam bekerjasama antar sesama pemain musik.

Hal ini sesuai hakekat dalam bermain musik dalam bentuk kelompok/ansambel. Untuk membantu mengontrol diri dan menyamakan interpretasi serta berlangsungnya aktifitas ansambel musik, maka dibutuhkan pengaba atau kondakter, sehingga tidak ada pemain yang terlihat menonjol.

Pada elemen Intonasi (intonation) jelasnya, ketepatan nada menjadi salah satu yang utama dalam bermain musik, sehingga faktor ketepatan nada lebih penting dari pada kecepatan dalam bermain.

Untuk dapat menghasilkan intonasi yang baik katanya, perlu pembiasaan untuk latihan intonasi dari masing-masing pemain musik. Pada elemen frasering (phrasering), frase lagu pada umumnya tidak ditulis dalam sebuah partitur. Dengan harapan, pengaba/kondakter musik dituntut untuk mampu memberikan petunjuk serta mengajarkan frase kepada pemain, sehingga pemain mampu merespon arahan/aba-aba yang diberikan oleh pengaba/kondakter.

Pada elemen ketepatan (precision), ketepatan yang dimaksud, mencakup keseragaman pada saat memulai dan mengakhiri lagu oleh semua pemain, serta ketepatan dalam perubahan tempo, dinamika (volume), dan gaya (style). Dalam Gaya (style) terdapat banyak istilah dalam musik mengenai gaya (style), yang harus diberikan dan dipahami kepada setiap pemain dalam ansambel musik.

Secara keseluruhan pelatihan ini berjalan  dengan baik, walau rata-rata siswa menjawab kendala yang mereka hadapi adalah dalam membaca ritmik pada bagian tertentu, seperti:  ritmik yang padat dengan tempo cepat dan permainan singkopasi. Hal itu perlu konsentrasi dan fokus dengan line divisi masing-masing. Walaupun waktu pelatihan dilakukan dalam waktu singkat, dari hasil pelaksanaan kegiatan terlihat adanya antusias siswa dalam mengikuti kegiatan dan peningkatan dalam permainan ritmik dengan berbagai tempo dan permainan warna suara.

Pembelajaran Ansambel Musik bermanfaat bagi pembinaan musikal yang menyeluruh, mengaktifkan seluruh siswa melalui permainan alat musik masing-masing, dan mempunyai tujuan membangun kesadaran dalam; tanggung jawab, kerja sama dan kedisiplinan. Terlaksananya kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan musik bagi siswa agar dapat mengaktualisasikan dan mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan seni musik. ***