PKN Jadi Agenda Tahunan, Pertunjukan Budaya Diharapkan Makin Marak

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menjadikan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) sebagai agenda tahunan. Lewat perhelatan itu, diharapkan pelestarian budaya daerah makin marak.

“Semoga PKN 2019 bisa menjadi awal kebangkitan kebudayaan nasional kita,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy saat menutup PKN 2019 dan melepas peserta pawai budaya di Istora Senayan Jakarta, Minggu (13/10/2019) malam.

Pawai budaya yang digelar di kawasan Senayan itu melibatkan lebih dari 4 ribu peserta dari seluruh Indonesia. Pawai berlangsung dibawah arahan koreografer Denny Malik, Hartati dan Herry Lentho.

Peserta pawai merupakan perwakilan budaya dari 34 provinsi dan berbagai pegiat budaya di tanah air. Di antaranya 200 penari Indonesia Permai serta pertunjukan Suara Anak Bangsa dan Rampak Nusantara dari 640 peserta Gerakan Seniman Masuk Sekolah.

Mendikbud mengemukakan, diperlukan cara-cara kreatif untuk mempopulerkan budaya agar menarik perhatian kaum muda. Hal itu penting sebagai bagian dari pelestarian budaya di daerah. “Makin banyak anak muda tertarik dan terlibat dalam kegiatan budaya nusantara hasilnya akan lebih baik,” ucapnya.

Muhadjir menilai Pekan Kebudayaan Nasional juga bisa menjadi ruang untuk menampilkan beragam ekspresi budaya lintas generasi, agar semakin dikenal oleh publik. Perlu ditekankan pada generasi muda bahwa pelestarian budaya itu juga bagian dari perwujudan bela negara, yaitu nasionalisme.

Catatan penting dalam pelaksanaan PKN adalah peluncuran Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK). Indeks itu menandai keseriusan pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan berbasis kebudayaan.

Dalam bagian akhir sambutannya, Mendikbud Muhadjir Effendy menyatakan PKN akan menjadi agenda tahunan Kemdikbud. Prosesnya akan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat desa hingga nasional.

Lewat gerakan yang dimulai dari daerah, menurut Muhadjir, upaya pelestarian tradisi akan menjadi lebih kuat karena berlangsung di akar rumput. Diharapkan, muncul beragam pertunjukan budaya berkualitas yang bisa diangkat ke festival tingkat nasional.

“Saya mengimbau kepada kepala daerah untuk mulai memberi perhatian pada kegiatan kebudayaan di daerahnya masing-masing. Tanpa dukungan pemda, kebangkitan kebudayaan nasional tidak akan berlangsung optimal,” ujarnya.

Muhadjir menyebut jumlah pengunjung PKN 2019 hasil catatan panitia, yaitu 149.245 orang per 12 Oktober 2019. Kegiatan PKN 2019 melibatkan 58 sanggar kebudayaan, 31 seniman dan musisi, 400 petugas kebersihan, 93 petugas keamanan dan 234 orang volunter.

Selain itu, ada 245 kegiatan dalam PKN yang berlangsung 7-13 Oktober 2019. PKN juga menggelar 4 kompetisi permainan tradisional, 6 kompetisi karya budaya, 27 konferensi kebudayaan, 120 pertunjukan, 17 pameran budaya, 10 lokakarya warisan budaya dan 50 menu kuliner tradisional. (Tri Wahyuni)