PANDEMI COVID-19
PKS: Belum Saatnya Pemerintah Terapkan New Normal

0
(suarakarya.co.id/Dok Humas Anis Byarwati)

JAKARTA (Suara Karya): Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Byarwati, menyatakan belum saatnya pemerintah menerapkan tatanan hidup normal baru (new normal) dalam kondisi pandemi Covid-19, yang saat ini angka pasien terjangkit masih terus bertambah setiap harinya.

“Banyak faktor yang menjadikan kebijakan new normal belum layak diterapkan dalam waktu dekat ini, diantaranya jumlah pasien terpapar Covid-19 yang terus bertambah serta menurunnya perekonomian,” kata Anis di Jakarta, Kamis (18/5/2020)

Menurut anggota DPR daerah pemilihanl Jakarta Timur ini, rata-rata 400 kasus positif Covid-19 bertambah setiap hari. Bahkan pada tanggal 21 Mei lalu, terjadi peningkatan kasus positif corona sebanyak 973 orang.

“Saat ini saja, PSBB belum bisa dikatakan efektif, masih banyak masyarakat beraktifitas keluar rumah tanpa masker atau tanpa jaga jarak,” ujarnya.

Anis juga menyoroti kesiapan pemerintah dalam menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai. Dengan kurva yang masih naik dan aktivitas masyarakat yang akan kembali dibuka, kemungkinan penambahan pasien positif dalam jumlah besar akan sangat nyata.

“Jika pemerintah memaksakan diri menerapkan new normal, menurut saya justru akan mengkhawatirkan. Sebab, peningkatan aktivitas masyarakat akibat kebijakan itu bisa berpotensi menambah jumlah penderita Covid-19 di dalam negeri,” katanya.

Selain itu, dia mengungkapkan, ketika new normal diberlakukan secara efektif-pun, daya angkat industri terhadap perekonomian tidak akan sama dan tidak akan sekuat ketika sebelum pandemi Covid-19 terjadi.

Hal ini karena new normal diberlakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, di mana physical distancing tetap dilakukan. Dan para pekerja yang berusia di atas 45 tahun tidak bisa masuk kerja. “Faktor ini akan mempengaruhi struktur pekerja di perusahaan-perusahaan,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah harus benar-benar melakukan kajian yang matang soal skenario dan dampak new normal kepada kesehatan masyarakat dan perekonomian, dan jangan sampai tujuan new normal malah seperti jauh panggang dari api. (Bobby MZ)