PKS Sebut Kartu Prakerja Hanya Untungkan Lembaga Pelatihan

0
(suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Anggota DPR RI Fraksi PKS Anis Byarwati, menuding pemberian kartu Prakerja, hanya menguntungkan lembaga penyedia jasa pelatihan yang ditunjuk pemerintah.

“Kita belum tahu seberapa besar manfaat untuk pesertanya. kalau penyedia jasa sih sudah dipastikan untung, karena mereka hanya memberikan video tutorial dan sertifikat pelatihan digital kepada para peserta,” kata Anies melalui siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1/5/2020).

Menurutnya, kalau hanya tutorial mengenai keterampilam kerja berikut cara membuat suatu barang untuk kemudian bisa dijadikan sebagai peluang usaha. Masyarakat tidak perlu membayar mahal Rp 1 juta seperti yang ditawarkan para penyedia jasa pelatihan itu.

“Hanya dengan bermodalkan kuota internet, yang harganya hanya puluhan ribu rupiah, seluruh masyarakat bisa melihat banyak tutorial keterampilan kerja dari Youtube, dan penyedia tidak memungut bayaran,” katanya.

Dikatakan Anis, dengan biaya kursus yang Rp 5,6 triliun yang dikeluarkan pemerintah untuk pengguna kartu Prakerja, maka bisa dibilang ini merupakan pemborosan uang negara untuk sesuatu yang kurang bermanfaat. Padahal menurutnya, negara masih memerlukan anggaran banyak di tengah pandemi Covid-19 ini. “Saya sebut ini bisa menjadi bom waktu,” ujarnya.

Dia menyebutkan, sesuai penjelasan Menteri Keuangan, setiap peserta kartu Prakerja mendapat paket bantuan senilai Rp 3,55 juta. Paket bantuan itu terdiri dari bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta, lalu insentif pasca pelatihan sebesar 2,4 jt atau Rp 600.000 per bulan untuk empat bulan, serta insentif pengisian survei kebekerjaan dengan nilai total Rp150.000 (3x mengisi survei). (Pramuji)