PLN Berharap Pemerintah Berikan Harga Khusus Pembelian LNG

0

JAKARTA (Suara Karya): Vice President Pengendalian Kontrak Gas PT PLN Edwin Bangun berharap pemerintah dapat memberikan harga khusus untuk Liquified Natural Gas (LNG) dalam jangka panjang. Karena LNG akan dimanfaatkan untuk pola operasi pembangkit lood follower, peaker, dan ramping rate sehingga dapat mendukung intermitten supply untuk balancing surya panel (EBT).

“LNG ini bisa menjadi virtual pipeline. Jadi bisa dibawa kemana-mana seperti BBM. Dan bisa ditransfer ke pengangkut LNG yang lebih kecil, serta bahan fossil yang ramah lingkungan,” kata Edwin dalam diskusi virtual yang bertema Arah Baru Industri Migas : Ketahanan Energi dengan memaksimalkan Pemanfaatan Natural Gas dan LNG, Rabu (22/9/2021).

Lebih lanjut Edwin menjelaskan, bahwa diperlukan juga dukungan pemerintah dan penyedia LNG khususnya sektor hulu migas untuk penyediaan LNG Filling Station skala kecil. Kebijakan integrasi pemanfaatan infrastruktur gas tidak hanya fokus padanperuntukan kelistrikan saja tetapi juga mengakomodir kebutuhan gas.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Sekretaris SKK Migas Taslim Z. Yunus menyatakan, ada beberapa POD dengan potensi gas jumbo yang sebenarnya telah disetujui pemerintah. Namun hingga kini belum mendapatkan kepastian pasar atau belum memiliki pembeli.

Padahal kepastian adanya pembeli gas yang akan dihasilkan lapangan tersebut sangat penting untuk menentukan alokasi gas ketika menyusun desain awal pengembangan. Misalnya seperti di Blok Masela dan beberapa blok migas di Sumatera.

“Ini belum ada pasarnya. Ini adalah tantangan besar bagi kita semua bagaimana POD-POD yang sudah disetujui bisa dikomersialisasikan dan diproduksi dalam waktu dekat,” ujarnya. (Pramuji)