Suara Karya

PLN Jamin Pasokan Listrik di Blok Rokan Tetap Aman

Bussiness Support Project Leader PT Pertamina Hulu Rokan, Danang Ruslan Saleh. (suarakarya.oo.id/istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menjamin pasokan listrik di Blok Rokan tetap aman meskipun pada 9 Agustus 2021 nanti sudah dikelola oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Selama dikelola oleh PT Chevron Pasific Indonesia (CPI), pasokan listrik untuk blok Rokan ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) yang dimiliki oleh PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) yang mayoritas sahamnya dimiliki Chevron Standar Ltd (CSL).

Bob Saril, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN menjelaskan bahwa selama proses transisi pengelolaan blok Rokan dari CPI ke PHR, sudah dilakukan pembahasan mengenai penyediaan listriknya. Antara PLN dan Pertamina sejak Maret 2020 lalu sudah melakukan komunikasi tentang penyediaan listrik dan uap. Bahkan sudah dilakukan penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik dan uap yang efektif pada Agustus 2021.

“Penyedia kelistrikan di Blok Rokan ini akan terus dipertahankan dan malah akan kita berikan yang lebih baik dari yang disediakan hari ini,” kata Bob dalam diskusi virtual yang digelar Ruangenergi.com, Selasa (22/6/2021).

Menurut dia, demi menjamin pasokan listrik aman, PLN akan menggunakan sistem jaringan daei Sumatera. Setidaknya ada tiga sumber listrik yang akan dipasok pada Blok ini yaitu Transmisi New Garuda Sakti – Balai Pungut berkapasitas 290 MW. Kemudian transmisi Duri – Balai Pungut berkapasitas 240 MW. Selanjutnya dari pembangkit Balai Pungut berkapasitas 250 MW.

“Jadi ada pasokan listrik dari tiga sumber, sehingga kalau ada suatu yang bermasalah tetap handal pasokan. Untuk menjamin kehandalan sistem dan pasokan listrik akan dilengkapi kapasitor di sisi TT dan Converter 5×100 MW,” ulas dia.

Seperti diketahui Blok Rokan merupakan KKKS produksi minyak bumi yang berkontribusi 25 persen produksi minyak bumi. Ditargetkan PHR mampu memproduksi 165 MBOPD dari target nasional sebesar 705 MBOPD pada tahun 2021. (Bobby MZ)

Related posts