Polda Metro Didesak Tuntaskan Kasus Dugaan Penipuan yang Menjerat CEO Bintang Group

0
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. (Foto: Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya didesak untuk menuntaskan penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Manoj Vasnani selaku CEO Bintang Group Organization Chart (Holding Company) dan Malav Shah  selaku Financial Controller  Bintang Group Organization Chart (Holding Company).

Diketahui, kasus ini dilaporkan oleh Direktur Utama PT.Inti Duta Dwitama Transindo Petrus Da Gomes pada 7 Februari 2022, Nomor Laporan:  LP/B/671/II/2022/SPKT/Polda Metro Jaya tanggal 07 Februari 2022.

Kuasa Hukum  Petrus Da Gomes, yakni Siprianus Edi Hardum menyatakan bahwa laporan yang dibuat kliennya tidak menunjukan ada kemajuan alias masih tahap penyelidikan. “Kami telah menemui penyidik pada Jumat 11 November 2022. Hasilnya mereka mengatakan akan kembali memanggil dua terlapor, dan janji serius menangani kasus ini. Jadi kita tunggu saja,” kata Edi di Jakarta, Senin (14/11/2022).

Edi menceritakan, kliennya beberapa kali bertemu dua penyidik di kasus ini. Mereka mengatakan bahwa kasus yang dilaporkan ini ada kasus Perdata. “Pernyataan dua penyidik ini terkonfirmasi dari empat  Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang diterima Klien kami, dimana empat SP2HP tersebut isinya hanya formalitas belaka,” katanya.

Menurutnya, kasus yang dilaporkan kliennya ini  merupakan kasus penipuan dan penggelapan yang diduga bertamengkan permohonan pailit atas PT. BIK ke  Pengadilan Niaga Surabaya, di mana satu dari dua   perusahaan yang  mengajukan permohonan pailit atas PT. BIK ke Pengadilan Niaga Surabaya itu diduga kreditur  fiktif yakni PT. Bintang Abadi Persada (BAP).

“PT. BAP itu perusahaan yang juga satu group dengan PT.BIK,” kata Edi lagi.

Dia menegaskan, dugaan penipuan dan penggelapan yang bertamengkan pailit fiktif ini terjadi karena dilakukan oleh kreditur fiktif. Hal ini juga diperkuat dari data yang dikumpulkan kliennya berupa dokumen pemindahan barang dari PT. BIK yang berkedudukan di Magetan, Jawa Timur ke PT. BAP yang berkududukan di Karanganyer, Surakarta, Jawa Tengah sebanyak 64 kali, sebelum dan setelah putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang memutuskan PT. BIK Pailit.

Menurutnya, dugaan penipuan dan penggelapan yang bertamengkan pailit fiktif karena dilakukan oleh kreditur fiktif disempurnakan dengan beroperasinya perusahaan baru yakni PT. KSS Indo Apparel. “Karena  PT. KSS Indo Apparel beroperasi di atas tanah dan gedung yang merupakan asset PT. BIK,” kata dia.

Sementara itu, Petrus Da Gomes mengatakan, dugaan penipuan dan penggelapan yang bertamengkan pailit fiktif ini juga disempurnakan dengan bekerjanya Muhammad Hidayat Q mantan Direktur PT. BIK di PT. KSS Indo Apparel dengan posisi sebagai karyawan.

“Muhammad Hidayat Q mantan Direktur PT. BIK bekerja di PT.KSS Indo Apparel dengan posisi sebagai karyawan diduga hanya sebagai kamuflase untuk menutupi tindakan pailit fiktif yang telah dilakukan,” katanya.

Dia berharap kasus ini segera naik ke tingkat penyidikan dan dilimpahkan ke Kejaksaan untuk disidangkan. “Kami berharap Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol Mohammad Fadil Imran, memonitor jalannya penyelidikan dan penyidikan, dan memerintahkan penyidik agar serius menangani kasus ini,” kata Edi.  (Bayu)