Polisi Panggil Pemilik Travel yang Nekat Angkut Penumpang Mudik

0
(suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, segera menindaklanjuti penangkapan 15 travel gelap yang nekat mengangkut penumpang mudik beberapa waktu lalu.

“Nanti kita akan panggil (pemilik travel), sementara kendaraan kita tahan,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, Minggu (3/5/2020).

Dalam pemanggilan itu, Sambodo tak menjelaskan kapan akan dipanggil. Namun, ia menegaskan kalau para pemilik bukan hanya melanggar aturan pemerintah terkait larangan mudik di tengah pandemi Virus Corona atau Covid-19.

“Mereka tidak hanya melanggar larangan mudik tetapi juga ada pelanggaran UU Lalu Lintasnya yaitu pasal 308 UU Lalu Lintas nomor 22 tahun 2009 ya dengan denda maksimal Rp 500 ribu,” katanya.

Berikut bunyi pasal tersebut:

– Tanpa izin dalam trayek Tidak memiliki izin menyelenggarakan angkutan orang dalam trayek Pasal 308 hrf (a) jo psl 173 ayat(1) hrf (a) 500.000

– Tanpa Izin tidak dalam Trayek Tidak memiliki izin menyelenggarakan angkutan orang tidak dalam trayek Psl 308 hrf (b) jo psl 173 ayat (1) hrf (b). 500.000

– Izin Trayek Menyimpang Menyimpang dari izin yang ditentukan sebagaimana dimaksud dalam pasal 173. Pasal 308 hrf (c) jo pasal 173 500.000.

Sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah mengamankan 15 mobil travel gelap atau travel liar di pos penyekatan yang berada di Cikarang Barat. Sejumlah mobil tersebut diamankan pada Jumat (1/5) mulai dari pukul 21.00-24.00 WIB.

“Dalam waktu 3 jam saja kita amankan 15 travel gelap, travel liar yang mengangkut kurang lebih 113 penumpang keseluruhannya untuk tujuan ke Jabar, Jatim dan Jateng,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Jakarta, Sabtu (2/5/2020).

Sambodo menyebut, setiap penumpang dengan tujuan berbeda-beda itu dikenakan tarif bervariasi. Mulai dari Rp300 ribu per orang sampai Rp500 ribu.

“Mereka tiap penumpang itu ditarik antara Rp300 ribu sampe Rp500 ribu,” sebutnya.

Cara supir travel mencari penumpang dengan memasang sebuah iklan di media Facebook dan Whatsapp. Modus ini yang juga dilakukan oleh mobil travel sebelumnya yang pernah diminta putar balik petugas di Pos PAM penyekatan di Kedung Waringin, perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang. (Tri Wahyuni)