Politeknik Negeri Jember Sabet Juara Umum AITEC III

0

JAKARTA (Suara Karya): Politeknik Negeri Jember (Polije) berhasil menyabet juara umum pada babak final AITEC (Agricultural Innovation Technology Competition) 2021. Kemenangan itu diharapkan jadi tolak ukur kompetensi mahasiswa dengan industri atau mitra pendukung program ‘link and match’.

“Polije tampil gemilang di babak final dengan meraih 3 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu,” kata Kepala Unit Humas dan Protokol Polije Mahsus Nurmanto dalam siaran pers, Minggu (10/10/21).

Ditambahkan, keberhasilan tersebut sekaligus menjadi spirit bagi Polije untuk meningkatkan kompetensi di bidang pertanian. Selain untuk membangun opini masyarakat bahwa Polije berkompeten dalam memperkuat bidang pertanian di Tanah Air.

Namun, menurut Mahsus, yang terpenting dari keberhasilan itu adalah AITEC III menjadi salah satu piranti tolak ukur bagi kompetensi mahasiswa vokasi. Keberadaan AITEC juga menjadi daya tawar untuk membuka atau membangun kemitraan yang lebih luas dengan industri.

“Pada akhirnya, keberhasilan itu akan membuat program link and match antara industri dan perguruan tinggi vokasi menjadi semakin kuat,” kata Mahsus menegaskan.

AITEC sendiri merupakan lomba yang cukup bergengsi untuk seluruh politeknik negeri dan universitas yang membidangi di bidang pertanian. AITEC III 2021 merupakan gelaran kompetisi ketiga kali sejak 2017 lalu.

“Sempat vakum pada 2019 dan 2020 akibat pandemi Covid-19, AITEC kembali digelar tahun ini. AITEC 2021 diikuti 19 perguruan tinggi negeri dan swasta, dan 18 perguruan tinggi diantaranya adalah vokasi,” ujarnya.

Adapun jumlah peserta mencapai 327 mahasiswa. Di babak awal, seleksi peserta dilakukan secara daring, hingga menyisakan sekitar 15 peserta di babak final yang diselenggarakan secara luring.

Kompetisi tersebut memiliki 2 kategori kompetisi, yaitu Kompetisi Inovasi Teknologi Bidang Pertanian dan Kontes Vokasi Bidang Pertanian. Untuk kontes vokasi bidang pertanian terdiri dari Teknik Okulasi Tanaman, Formulasi Pakan Ternak dan Ikan, Menggambar Teknik Alat/Komponen Pertanian dengan AutoCAD, Penyuluhan Pertanian, Desain Kemasan Produk Hasil Pertanian, Teknik Proses Fillet Ikan dan Teknik Proses Karkas Ayam.

Sebelumnya, saat membuka acara, Direktur Akademik Perguruan Tinggi Vokasi, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Beny Bandanadjaya mengatakan, sebagai ajang kompetisi, AITEC berperan penting sebagai salah satu tolok ukur kompetensi mahasiswa PTV.

Menurut Benny, kompetisi serupa AITEC harus lebih banyak dilakukan. Selain bertujuan menyeleksi kompetensi mahasiswa, kegiatan itu juga menguatkan komunikasi dengan dunia industri, sehingga akan terjadi simbiosis mutualisme untuk mendukung pembangunan yang semakin kompetitif terutama di era revolusi industry 4.0. (Tri Wahyuni)