Polres Karimun Doa Bersama untuk Pemilu Damai

0
Arsip: Sejumlah petugas sekretariat Komisi Independen Pemilihan (KIP) mempersiapkan balon yang akan di lepas ke udara saat Deklarasi Pemilu Damai 2019 di Lhokseumawe, Aceh, Minggu (23/9/2018). Deklarasi tersebut diikuti para ketua partai politik lokal dan nasional. (Antara Foto)

KARIMUN, KEPRI (Suara Karya): Kepolisian Resor Karimun, Kepulauan Riau, bersama ratusan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan dan pemuda, Senin (19/11/2018) malam, menggelar doa bersama untuk Pemilu 2019 yang damai.

Doa bersama digelar di halaman Mapolres Karimun diawali dengan menyalakan lilin secara serentak.

Sedikitnya 21 lembaga, paguyuban, organisasi kemasyarakatan dan pemuda yang mengikuti doa bersama tersebut, seperti dari Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Karimun, Lembaga Adat Melayu, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Front Pembela Islam (FPI) Karimun dan organisasi lainnya.

“Semoga langkah ini dapat menggugah para pihak terkait untuk peduli ikut melancarkan dan menyukseskan Pemilu 2019,” kata Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya di sela kegiatan doa bersama tersebut.

Kapolres mengatakan, acara doa bersama itu merupakan bagian dari peran kepolisian sebagai pelayan dan pengayom masyarakat, khususnya dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

“Doa bersama tidak hanya wujud berserah diri kepada Tuhan, tetapi juga kita berperan aktif untuk menjaga keamanan dan ketertiban menjelang pemilu. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan antarkelompok masyarakat, agama, suku dan golongan,” ujarnya.

Doa bersama juga diisi dengan deklarasi pemilu damai, dengan poin-poin penting yang dideklarasikan antara lain segenap masyarakat Karimun menolak berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, provokasi, dan menolak rumah ibadah dijadikan sebagai tempat kegiatan politik.

“Semuanya juga sepakat bahwa tempat ibadah tidak dibenarkan digunakan untuk kegiatan politik. Tempat ibadah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan untuk kepentingan individu atau perorangan,” katanya.

Dia juga mengimbau semua lapisan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial, sehingga bisa memilah mana berita benar dan mana yang bohong atau hoaks.

Dia juga mengharapkan seluruh komponen masyarakat yang hadir terus berupaya mempertahankan situasi Karimun yang aman dan kondusif di tengah situasi politik yang memanas menjelang pemilu.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Laskar Melayu Bersatu (LMB) Provinsi Kepri Datuk Panglima LMB Azman Zainal menyambut baik inisiatif Polres Karimun menggelar doa bersama para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan ormas maupun OKP.

“Kami dari LMB sejak jauh hari sudah mengampanyekan pemilu damai melalui spanduk-spanduk yang kami pasang di jalan-jalan. Kami juga menolak hoaks, dan kami juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terpecah-belah dan terprovokasi oleh pihak-pihak yang punya kepentingan tertentu,” kata dia. (Bayu Legianto)