Poltek Nuklir jadi Pusat Pelatihan IAEA Asia Tenggara

0

JAKARTA (Suara Karya): Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) adalah sekolah vokasi nuklir pertama dan satu-satunya di Indonesia. Perguruan tinggi tersebut berada di bawah kelola Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Hasil pertemuan dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) pada September 2022 lalu, Poltek Nuklir diproyeksikan akan menjadi pusat pelatihan ketenaganukliran di Asia Tenggara.

Direktur Poltek Nuklir, Zainal Arief dalam siaran pers, Jumat (14/10/22) menyampaikan rencana strategis pengembangan akademik Poltek Nuklir yang melibatkan banyak entitas.

“Kita perlu referensi dari berbagai pihak termasuk industri untuk memberi masukan tentang program studi yang akan dibuka dan peluang kerja bagi lulusan Poltek Nuklir,” katanya.

Untuk peningkatan jenjang pendidikan dari terapan hingga pascasarjana terapan, Poltek Nuklir menjalin kerja sama dengan Tomsk Polytechnic University (TPU). Kerja sama itu termasuk pengembangan kurikulum pascasarjana, program mobilitas mahasiswa, dan mobilitas peneliti dengan konsep saling atau resiprokal.

Soal ketersediaan sumber daya manusia (SDM) pendukung, Poltek Nuklir akan berkolaborasi dengan SDM BRIN sebagai tenaga pengajar. ‘Branding’ juga dilakukan dengan mendorong mahasiswa mengikuti kompetisi seperti National Polytechnic English Olympics (NPEO), National Welding Competitions, Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK), dan kompetisi lainnya baik tingkat nasional maupun internasional.

“Tantangan yang harus dijawab adalah penyiapan SDM, peralatan pelatihan yang memadai, serta ‘branding’ Poltek Nuklir di kancah internasional,” ujarnya.

Bagi Poltek Nuklir, penting bagi mahasiswa dibekali tidak saja kemampuan hardskill (ijazah dan sertifikasi) saja, tetapi juga penguasaan softskill mahasiswa. Mahasiswa akan dilibatkan dalam ‘project-based learning’ yang akan memberi pengalaman dalam menyelesaikan permasalahan di industri (MBKM).

Poltek Nuklir tahun ini mewisuda 98 mahasiswa, yang terdiri dari 29 mahasiswa Program Studi Teknokimia Nuklir (TKN), 28 mahasiswa Program Studi Elektronika Instrumentasi (Elins), dan 41 mahasiswa Program Studi Elektromekanika (Elmek).

Jumlah lulusan dengan predikat pujian (cumlaude) sebanyak 45 orang terdiri dari 15 orang TKN, 10 orang Elins, dan 20 orang Elmek.

Wisudawan kali ini terdiri dari dua jalur yaitu reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Adapun mahasiswa IPK tertinggi dengan predikat pujian dari jalur regular diraih Muhammad Irvan Haryanto (TKN) dan Haidaravi Ardi (Elins) dengan nilai IPK 3.86.

Sedangkan mahasiswa IPK tertinggi dari jalur RPL dengan predikat sangat memuaskan diraih Suhartono dengan nilai 3.97.

Sebagai perguruan tinggi diploma bidang vokasi, salah satu keunggulan adalah mendapat sertifikasi Surat Izin Bekerja sebagai Petugas Proteksi Radiasi (SIB PPR) Industri Tk 1.

SIB PPR merupakan lisensi yang wajib dimiliki pengguna zat radioaktif baik du industri maupun lembaga yang memanfaatkan zat radioaktif.

Selain sertifikasi PPR Industri, Poltek Nuklir juga menyediakan tambahan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswanya, yaitu SIB PPR Medik Tk 1, UT (Ultrasonic Test) level 2 dan lisensi Radiografer Tingkat 1 (OR).

Rata-rata persentase alumni yang terserap di dunia industri dibawah 6 bulan sebesar 66 persen, dengan rincian dari jurusan TKN 65 persen, Elins 63 persen, dan Elmek 70 persen.

Persentase serapan itu melebihi target yang ditetapkan sebagai indikator kinerja Poltek Nuklir sebesar 50 persen. Sedangkan alumni yang sudah terserap dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan yaitu sebanyak 27 orang atau 40,90 persen.

Pada wisuda kali ini, ada 5 orang yang diterima bekerja yaitu di Kejaksaan Negeri Padang, dan 4 orang di industri yaitu PT Indotimas Sakti Perkasa, PT Esco Bintan Indonesia dan PT Pesat Servis Industri.

“Industri perlu difasilitasi untuk melaksanakan rekrutmen lulusan Poltek Nuklir di kampus, sebagai upaya mempersingkat masa tunggu lulusan menjadi tiga bulan,” kata Zainal menandaskan. (Tri Wahyuni)