PPP Yakin JK Tak Berambisi Jabat Presiden

0
Ketua Umum DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy

JAKARTA (Suara Karya): Berhembusnya isu pembentukan poros ketiga untuk mengusung Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai calon presiden pada Pilpres 2019, diyakini tak akan terwujud.

“Meski secara politis dan yuridis memungkinkan, tapi saya kira sulit (poros ketiga) terbentuk. Apalagi yang saya tahu, Pak JK berkali-kali menegaskan tidak mau maju lagi sebagai capres atau cawapres,” ujar Ketua Umum DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy, kepada wartawan, di Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta, Kamis (28/6).

Dia menilai, Jusuf Kalla merupakan seorang negarawan sehingga tak terus berambisi mencapai jabatan presiden.

Dia pun menilai, Kalla merupakan sosok yang realistis, sehingga saat melihat survei, dia memprediksi Kalla tak berniat maju sebagai capres.

Sebab, kata Romi, saat ini elektabilitas Kalla sebagai capres masih kalah dengan Presiden Joko Widodo, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

“Posisinya memang sangat kuat sebagai cawapres dalam survei. Tapi sebagai capres, beliau agak sulit mengejar figur Jokowi atau Prabowo, atau Gatot. Saya kira beliau realistis. Tapi kami menghormati kalau beliau memutuskan,” ujar dia.

Sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan Kalla di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta, Senin (25/6).

Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan berharap, pertemuan bisa melahirkan koalisi antara Partai Demokrat dan Partai Golkar pada Pilpres 2019. Menurut Hinca, koalisi Golkar-Demokrat bisa menjadi alternatif poros ketiga, di luar koalisi PDI Perjuangan dan Partai Gerindra.

“Jika PDI-P saat ini sudah ada koalisinya. Begitu juga Gerindra, maka diharapkan pertemuan ini membuka peluang Koalisi alternatif Golkar-Demokrat,” kata Hinca dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/6).

Hinca mengatakan, baik SBY maupun JK dikenal sebagai sosok nasional yang lekat dengan kedua partai tersebut. (Gan)